M. Zainul Arifin (kiri), Kepala SMAMDA Sidoarjo, dan Mahfud Harim, Kepala SMA Muhammadiyah Gorontalo, menandatangani MoU di Ruang Kepala Sekolah, Jumat (11/9/2026). (Mohammad Ghulam Zakiyan Fadillah/smamda.sch.id) M. Zainul Arifin (kiri), Kepala SMAMDA Sidoarjo, dan Mahfud Harim, Kepala SMA Muhammadiyah Gorontalo, menandatangani MoU di Ruang Kepala Sekolah, Jumat (11/9/2026). (Mohammad Ghulam Zakiyan Fadillah/smamda.sch.id)

Smamda Siap Berikan Pengimbasan dan Pendampingan kepada SMA Muhammadiyah Gorontalo

Naimul Hajar | 16 September 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo Jawa Timur memperkuat kerja sama dengan SMA Muhammadiyah Gorontalo melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Jumat (11/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Kepala Smamda.

Kepala Smamda, M. Zainul Arifin, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk berbagi praktik baik dan memberikan pendampingan kepada sekolah Muhammadiyah. Smamda siap berbagi pengalaman dalam tata kelola sekolah, program pendidikan, serta inovasi pembelajaran.

“MoU ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama. Kami ingin membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua sekolah,” ujar Zainul.

Menurutnya, pengalaman Smamda dalam mengembangkan berbagai program dapat menjadi referensi bagi SMA Muhammadiyah Gorontalo. Namun, program yang dibagikan tidak harus diterapkan secara sama karena setiap sekolah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.

Zainul menegaskan, proses pengimbasan bukan berarti SMA Muhammadiyah Gorontalo harus menyalin seluruh program Smamda. Tim Smamda akan berbagi praktik baik dan mendampingi proses pengembangan sesuai kebutuhan sekolah.

“Kami akan berbagi apa yang sudah kami lakukan di Smamda. Namun, implementasinya tentu harus menyesuaikan kondisi dan potensi SMA Muhammadiyah Gorontalo,” jelasnya.

Kerja sama tersebut juga membuka kesempatan bagi guru-guru SMA Muhammadiyah Gorontalo untuk belajar secara langsung di Smamda. Mereka dapat mengamati proses pembelajaran, berdiskusi dengan guru, serta mempelajari pengelolaan program dan budaya kerja sekolah.

Selain kunjungan, pendampingan dapat dilakukan melalui diskusi, berbagi dokumen dan praktik pengelolaan, serta komunikasi antartim secara berkelanjutan. Pola tersebut diharapkan membuat kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi berlanjut pada program yang lebih konkret.

Bagi Zainul, kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah memiliki nilai strategis. Sekolah yang memiliki pengalaman pada bidang tertentu dapat membantu sekolah lain melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Sekolah Muhammadiyah harus saling menguatkan. Ketika satu sekolah memiliki praktik baik, praktik itu bisa menjadi inspirasi dan memberikan manfaat bagi sekolah Muhammadiyah lainnya,” tuturnya.

Ia berharap MoU tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih konkret. Smamda tidak hanya menjadi tempat belajar bagi guru-guru SMA Muhammadiyah Gorontalo, tetapi juga menjadi mitra dalam proses pengembangan sekolah.

Melalui kerja sama tersebut, Smamda berharap SMA Muhammadiyah Gorontalo dapat mengembangkan program pendidikan secara bertahap dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat jejaring antarsekolah Muhammadiyah dari Jawa Timur hingga Gorontalo.

“Kami terbuka untuk berbagi dan mendampingi. Semoga kerja sama ini melahirkan banyak praktik baik yang dapat dikembangkan bersama untuk kemajuan pendidikan Muhammadiyah,” pungkas Zainul.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo