Fathimatuz Zahra, murid kelas X-6 SMAMDA Sidoarjo, menunjukkan medali emas setelah meraih juara 1 tanding kelas B remaja pada Surabaya Championship di GOR Hayam Wuruk KODAM V/Brawijaya, Surabaya, Sabtu (13/9/2026). (Dok. Pribadi/smamda.sch.id) Fathimatuz Zahra, murid kelas X-6 SMAMDA Sidoarjo, menunjukkan medali emas setelah meraih juara 1 tanding kelas B remaja pada Surabaya Championship di GOR Hayam Wuruk KODAM V/Brawijaya, Surabaya, Sabtu (13/9/2026). (Dok. Pribadi/smamda.sch.id)

Skor Tipis hingga Detik Terakhir, Fathimatuz Zahra Juara 1 Surabaya Championship

Moh. Ernam | 15 September 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Fathimatuz Zahra, murid kelas X-6 SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, berhasil meraih juara 1 kategori tanding kelas B remaja pada Surabaya Championship yang berlangsung di GOR Hayam Wuruk, KODAM V/Brawijaya, Surabaya, 11–13 September 2026.

Kejuaraan tersebut diikuti atlet pencak silat dari berbagai daerah dengan persaingan yang cukup ketat. Zahra harus melewati dua pertandingan, yakni semifinal dan final.

“Pertandingannya sengit, tetapi saya bisa menerapkan strategi dari pelatih dan alhamdulillah menang,” ujar Zahra.

Menurut Zahra, persiapan menghadapi kejuaraan telah dilakukan sekitar dua bulan sebelumnya. Latihan dilakukan hampir setiap minggu, meliputi fisik, teknik, dan mental. Ia juga menjaga pola makan serta waktu istirahat agar kondisi tubuh tetap fit.

Menjelang pertandingan, latihan lebih difokuskan pada sparring dan penguatan teknik dasar. Latihan pernapasan serta mental juga menjadi bagian penting untuk membantu menjaga konsentrasi saat bertanding.

Persaingan paling menegangkan dirasakan Zahra saat babak final. Perolehan skor berlangsung tipis hingga detik-detik terakhir pertandingan.

“Awalnya nervous, tetapi saya mencoba tenang dan fokus pada instruksi pelatih. Di final saya niatkan memberikan yang terbaik dan tidak mengecewakan,” katanya.

Disiplin, Doa, dan Mental

Keberhasilan tersebut membuat Zahra merasakan berbagai emosi. Ia mengaku senang, lega, bangga, sekaligus bersyukur karena dapat membawa nama baik sekolah dan orang tua.

“Campur aduk. Senang, lega, bangga, dan bersyukur banget. Apalagi bisa mengharumkan nama sekolah dan orang tua,” ungkapnya.

Zahra menyebut disiplin latihan, doa orang tua, bimbingan pelatih, dan kekuatan mental menjadi kunci keberhasilannya. Ia juga berusaha menjadikan rasa takut sebagai motivasi untuk tampil lebih baik.

“Jangan takut kalah, tetapi jadikan takut itu sebagai motivasi,” tuturnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang terus mendukung impiannya. Apresiasi juga diberikan kepada pelatih yang membimbingnya dari awal hingga mampu berprestasi serta teman-teman yang memberikan dukungan selama mengikuti kejuaraan.

Atas prestasinya tersebut, Zahra membawa pulang medali dan sertifikat dari Surabaya Championship.

Ke depan, Zahra memiliki target untuk terus mengembangkan kemampuan di dunia pencak silat. Ia berharap dapat menjadi atlet profesional dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Jangan takut mulai. Konsisten latihan, hormati pelatih dan lawan, serta jangan lupa seimbangkan antara sekolah dan olahraga. Percaya proses, insyaallah hasilnya tidak akan mengkhianati usaha,” pesannya.


Editor: Muhammad Mauludi Falaakhy

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo