Dari kiri, Aji Satria Pangestu, Muhammad Faiz Arrizqi, dan Muhammad Ihram Razzaaq mengikuti pembelajaran di luar kelas, Kamis (10/9/2026). (Naimul Hajar/smamda.sch.id) Dari kiri, Aji Satria Pangestu, Muhammad Faiz Arrizqi, dan Muhammad Ihram Razzaaq mengikuti pembelajaran di luar kelas, Kamis (10/9/2026). (Naimul Hajar/smamda.sch.id)

Ciptakan Gim Murid Coding Smamda Sidoarjo Belajar di Luar Kelas

Naimul Hajar | 17 September 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Murid Kelas XII-3 SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo melakukan pembelajaran di luar kelas, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran Kelas Coding yang mengajak murid mencari inspirasi secara langsung dari lingkungan sekitar untuk mengembangkan ide permainan digital.

Memasuki tahun ketiga pembelajaran, murid Kelas Coding mendapatkan materi khusus pembuatan gim. Mereka tidak hanya belajar menulis kode program, tetapi juga memahami proses kreatif dalam merancang sebuah permainan.

Kegiatan di luar kelas memberikan kesempatan kepada murid untuk mengamati lingkungan, menemukan objek menarik, kemudian mengembangkannya menjadi gagasan permainan. Murid mencatat berbagai ide yang dapat mereka gunakan sebagai karakter, latar, tantangan, hingga alur permainan.

Salah satu murid, Muhammad Soqibun Naja, memilih alam sebagai sumber inspirasinya. Ia berencana membuat gim bergenre adventure dengan mengangkat tema alam.

“Saya mencari inspirasi tentang alam. Saya ingin membuat gim adventure dengan tema alam,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan sekitar dapat memberikan banyak ide untuk mengembangkan konsep permainan. Pengamatan tersebut kemudian menjadi bahan awal sebelum murid masuk ke tahap perancangan gim.

Komponen Utama Gim

Pembimbing Kelas Coding Smamda, Cindy Taurusta, menjelaskan bahwa murid perlu memahami sejumlah komponen utama sebelum membuat sebuah gim. Komponen tersebut menjadi dasar agar permainan memiliki konsep yang jelas dan pengalaman bermain yang terarah.

“Gim yang baik memiliki beberapa komponen utama yang perlu diperhatikan sejak awal perancangan,” jelasnya.

Cindy menjelaskan, salah satu komponen tersebut adalah karakter. Karakter merupakan tokoh yang terdapat dalam permainan. Karakter dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan perannya.

Pertama, Player atau karakter yang dikendalikan oleh pemain. Karakter ini menjadi bagian utama yang digunakan pemain untuk menjalankan berbagai aktivitas dalam permainan.

Kedua, NPC (Non-Player Character), yaitu karakter yang tidak dikendalikan pemain. NPC dapat berfungsi sebagai pemberi informasi, penjual item, atau teman bagi pemain.

Ketiga, Enemy atau musuh yang harus dihadapi pemain selama permainan berlangsung. Kehadiran musuh dapat memberikan tantangan dan membuat permainan menjadi lebih dinamis.

Selain karakter, murid juga mempelajari gameplay atau cara permainan dimainkan. Mereka perlu menentukan aktivitas, aturan, tantangan, serta mekanisme yang akan dilakukan pemain.

Komponen berikutnya adalah storyline atau jalan cerita dalam gim. Storyline membantu murid menyusun alur permainan sehingga setiap bagian memiliki hubungan yang jelas.

Cindy juga mengenalkan level sebagai tahapan permainan dan reward sebagai hadiah yang diberikan kepada pemain setelah menyelesaikan tantangan tertentu.

Melalui pembelajaran tersebut, Kelas Coding Smamda tidak hanya mengembangkan kemampuan pemrograman murid. Program ini juga mendorong murid menggabungkan kreativitas, logika, desain, dan kemampuan memecahkan masalah dalam menghasilkan karya digital.

Proses pencarian inspirasi dari lingkungan menjadi langkah awal bagi murid untuk mengubah gagasan sederhana menjadi sebuah gim yang dapat dimainkan. Dari mengamati lingkungan, menyusun konsep, hingga menulis kode, murid Kelas Coding Smamda belajar menciptakan karya digital dari ide mereka sendiri.


Esitor    : Khusnul Isa

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo