Peserta LDKK 2026 mengikuti malam keakraban dan refleksi di Padepokan Cahaya Putra (PCP), Trawas, Mojokerto, Sabtu (26/9/2026). (Dok. Panitia/smamda.sch.id) Peserta LDKK 2026 mengikuti malam keakraban dan refleksi di Padepokan Cahaya Putra (PCP), Trawas, Mojokerto, Sabtu (26/9/2026). (Dok. Panitia/smamda.sch.id)

Refleksi Malam LDKK 2026 di Trawas, Menembus Batas Diri dan Meresapi Filosofi ELVARA

Silwana Mumthaza | 28 September 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Kabut tipis dan udara dingin pegunungan Trawas, Mojokerto, mengiringi sesi refleksi malam Latihan Dasar Kepemimpinan Kader (LDKK) 2026. Kegiatan yang berlangsung 26–27 September 2026 di Padepokan Cahaya Putra, Trawas, tersebut diikuti kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TS) SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo.

Pada penghujung kegiatan, peserta diajak menengok kembali proses yang telah dilalui selama dua hari sekaligus memaknai arti kepemimpinan. Dalam suasana malam yang tenang, peserta tidak sekadar mengevaluasi rangkaian kegiatan, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai yang terangkum dalam tema ELVARA: Energic, Leadership, Visioner, Amanah, Religius, dan Adaptif.

Setiap nilai memiliki pesan yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter kader. Energic dan Adaptif mengajarkan peserta untuk tetap bersemangat sekaligus mampu menyesuaikan diri menghadapi berbagai situasi.

Sementara itu, Leadership dan Amanah menekankan pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengarahkan orang lain, tetapi juga menjaga kepercayaan dan memberikan teladan.

Nilai Visioner mengajak kader memiliki pandangan ke depan dan tujuan yang jelas. Adapun nilai Religius menjadi landasan agar setiap langkah kepemimpinan tetap berpijak pada nilai moral dan spiritual.

Pembina Kepanduan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, M. Ernam, menegaskan bahwa refleksi menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter kader selama LDKK.

“LDKK bukan sekadar kegiatan rutin tahunan atau ujian fisik belaka, melainkan proses ‘menempa emas’ di dalam diri para kader,” tegas M. Ernam di sela-sela penutupan kegiatan.

Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama LDKK perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan berhenti pada kegiatan kepanduan.

“Nilai-nilai ELVARA yang direfleksikan malam ini harus menjadi napas dalam setiap langkah Kepanduan dan kehidupan sehari-hari murid. Seorang pandu sejati tidak hanya unggul saat berorganisasi, tetapi juga menjadi teladan dalam ketakwaan, kejujuran, dan kepekaan sosial di mana pun berada,” lanjutnya.

Refleksi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyadari bahwa proses menjadi pemimpin tidak berhenti pada kemampuan berbicara atau mengambil keputusan. Kepemimpinan juga dimulai dari kemampuan mengenali diri, mengendalikan ego, bertanggung jawab, serta membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

Suasana semakin emosional ketika peserta menyampaikan refleksi dan harapan setelah mengikuti LDKK. Tangis haru yang muncul menjadi bagian dari proses melepas beban sekaligus membangun kesadaran untuk tumbuh bersama sebagai kader.

Sesi refleksi ditutup dengan ikrar bersama untuk membawa nilai-nilai ELVARA ke kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah dan organisasi.

LDKK 2026 menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang bagaimana menggerakkan orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan bermula dari kemampuan memimpin diri sendiri sebelum dipercaya untuk memimpin orang lain.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo