Diskusi pengelolaan KLL antara Smamda Sidoarjo dan SMA Muhipo dalam kegiatan studi tiru, Rabu (21/10/2026). (Ghulam Zakiyan/smamda.sch.id) Diskusi pengelolaan KLL antara Smamda Sidoarjo dan SMA Muhipo dalam kegiatan studi tiru, Rabu (21/10/2026). (Ghulam Zakiyan/smamda.sch.id)

Kunjungi KLL Smamda Sidoarjo, Muhipo Siap Hidupkan Kembali Gerakan Filantropi

Arrida Ad’hi Zulfiah | 23 Oktober 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo) berupaya menghidupkan kembali gerakan filantropi di lingkungan sekolah. Salah satu langkahnya melalui studi tiru pengelolaan Kantor Layanan Lazismu (KLL) di SMA Muhammadiyah 2  (Smamda) Sidoarjo, Rabu (21/10/2026).

Rombongan Muhipo berjumlah tujuh orang, terdiri dari lima anggota tim IT, Kepala KLL Muhipo, dan perwakilan Lazismu Daerah Ponorogo. Kedatangan mereka disambut Naimul Hajar, Wakil Kepala Smamda bidang Sarana dan Prasarana, di ruang kepala sekolah.

Studi tiru menghadirkan Fuad Syukri Zaen, Wakil Kepala Smamda bidang Ismuba; Arrida Ad’hi Zulfiah, Kepala KLL Smamda; serta Rani Pratama Putri yang menangani keuangan KLL.

Arrida memaparkan sejarah, perkembangan kelembagaan, dan program KLL Smamda. Rani menjelaskan pengelolaan keuangan, administrasi, dan pelaporan. Sementara itu, Fuad menyampaikan sistem penghimpunan infak yang telah terintegrasi dengan aplikasi MySmamda.

“Infak harian, bulanan, dan tahunan sudah terintegrasi dengan MySmamda. Jadi, pencatatan dan pemantauannya lebih mudah. Tidak hanya jumlah pemasukan, analisis pemasukan dan pentasyarufan juga bisa dilihat dengan jelas,” jelas Fuad.

Integrasi tersebut membantu KLL memantau penghimpunan dan penyaluran dana sekaligus menjadi bahan evaluasi program.

Muhipo Berbagi Tantangan

Sesi diskusi membahas tantangan pengembangan KLL di lingkungan sekolah. Fajar Andika, Kepala KLL Muhipo, mengungkapkan bahwa lembaganya telah terbentuk, tetapi aktivitas penghimpunan masih terbatas pada infak Jumat.

Keterbatasan sumber daya manusia menjadi kendala. Selain mengelola KLL, Fajar juga bertugas sebagai wali kelas dan mengajar dengan beban 36 jam pelajaran.

“Kondisi SDM memang menjadi tantangan bagi kami. Saya sendiri harus membagi waktu antara tugas sebagai Kepala KLL, wali kelas, dan mengajar. Setelah berdiskusi dengan KLL Smamda, saya menjadi lebih bersemangat untuk menghidupkan kembali gerakan filantropi di Muhipo,” ujar Fajar.

Menurutnya, keterlibatan murid, khususnya aktivis IPM, dapat menjadi strategi untuk mengembangkan kembali KLL Muhipo.

Diskusi juga membahas program Save Our School (SOS) dan beasiswa pendidikan. Arrida menjelaskan bahwa KLL Smamda saat ini memprioritaskan beasiswa bagi murid yang membutuhkan. Program kerja KLL juga dikoordinasikan dengan Lazismu Daerah Sidoarjo.

Rani turut memaparkan penggunaan QRIS berbeda untuk setiap kelas. Sistem tersebut memudahkan pencatatan dan rekapitulasi infak setiap akhir bulan.

“Semoga setelah kunjungan ini KLL Muhipo bisa bangkit kembali. Tidak hanya sekadar berjalan, tetapi mampu menjadi gerakan filantropi yang melibatkan warga sekolah dan memberikan manfaat yang lebih luas,” harap Fajar.

Kunjungan ini diharapkan menjadi bekal bagi Muhipo untuk mengembangkan pengelolaan KLL sekaligus menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian di lingkungan sekolah.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo