Kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin (dua dari kanan), menyerahkan cendera mata kepada Simon Davies Burrows, Manager of Internationalisation Edith Cowan University (ECU), dalam kunjungan studi pendidikan di Perth, Australia Barat, Rabu (21/10/2026). (Dok. Pribadi/ SMAMDA.SCH.ID) Kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin (dua dari kanan), menyerahkan cendera mata kepada Simon Davies Burrows, Manager of Internationalisation Edith Cowan University (ECU), dalam kunjungan studi pendidikan di Perth, Australia Barat, Rabu (21/10/2026). (Dok. Pribadi/ SMAMDA.SCH.ID)

Belajar dari Budaya Kampus Australia, Kepala SMAMDA Sidoarjo Gali Inspirasi Pendidikan Global.

M. Zainul Arifin | 22 Oktober 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Selasar, halaman, sudut bangunan, hingga tempat duduk di lingkungan kampus dapat menjadi ruang untuk membaca, berdiskusi, mengerjakan tugas, dan bertukar gagasan. Gambaran tersebut menjadi salah satu pengalaman menarik dalam kunjungan studi pendidikan delegasi Indonesia ke Perth, Australia Barat.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, M. Zainul Arifin, menjadi salah satu peserta delegasi yang mengikuti kunjungan pada 19–24 Oktober 2026. Agenda ini mempertemukan unsur pimpinan pendidikan Muhammadiyah, pengelola sekolah, perguruan tinggi, dan mitra pendidikan untuk memperluas wawasan tentang pengembangan pendidikan internasional.

Kunjungan tersebut didukung surat undangan bertanggal 3 September 2026 dari Western Australia Education Group melalui School Curriculum and Standards Authority (SCSA), Australia Barat. Selain memperluas perspektif, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan akademik dan menjajaki peluang hubungan kelembagaan dengan institusi pendidikan di Australia.

Menyusuri Budaya Kampus Modern

Salah satu agenda utama berlangsung pada Rabu (21/10/2026), ketika delegasi mengunjungi Curtin University dan Edith Cowan University (ECU).

Rombongan terlebih dahulu bertemu dengan Mr. Guy Harris, Acting Director of Global Partnership Curtin University, pada pukul 10.15–12.00 waktu setempat. Setelah makan siang di kantin universitas, perjalanan dilanjutkan menuju ECU untuk bertemu dengan Mr. Daniel Sprague pada pukul 13.30–17.00.

Bukan hanya pertemuan dengan perwakilan universitas yang menjadi perhatian. Suasana kampus juga memberikan pengalaman tersendiri bagi delegasi. Lingkungan yang tertata, fasilitas pendukung, serta ruang-ruang terbuka menghadirkan gambaran tentang bagaimana lingkungan fisik dapat menunjang aktivitas akademik.

Kampus terasa seperti ruang publik yang hidup. Mahasiswa terlihat memanfaatkan berbagai sudut lingkungan untuk beraktivitas, tidak terbatas pada ruang kelas. Selasar, tempat duduk, dan area terbuka dapat menjadi pilihan untuk membaca, berdiskusi, mengerjakan tugas, maupun berinteraksi dengan teman.

Pemandangan tersebut menghadirkan perspektif bahwa lingkungan belajar tidak hanya dibentuk oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh cara ruang dimanfaatkan dan budaya akademik yang tumbuh di dalamnya.

Ruang yang nyaman dan fungsional dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri maupun berkolaborasi. Aktivitas akademik pun berpeluang tumbuh di luar jadwal pembelajaran formal.

Bagi SMAMDA Sidoarjo, pengalaman ini menjadi bahan refleksi untuk terus mengembangkan lingkungan belajar yang nyaman, modern, dan mendukung kreativitas murid, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan karakter Muhammadiyah.

Ketika Lingkungan Menjadi Bagian dari Pembelajaran

Pengalaman mengamati lingkungan kampus di Australia memberikan gambaran bahwa pengembangan mutu pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kurikulum, teknologi, atau kelengkapan gedung. Budaya belajar dan pemanfaatan ruang juga menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan.

Gagasan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah untuk mengoptimalkan berbagai ruang yang telah tersedia. Perpustakaan, selasar, halaman, dan ruang komunal dapat dikembangkan sebagai tempat membaca, berdiskusi, berkolaborasi, serta mengeksplorasi pengetahuan.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat Pembelajaran Mendalam yang menekankan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Murid tidak hanya menjadi penerima informasi di kelas, tetapi juga didorong untuk aktif mencari pengetahuan, bertukar gagasan, dan membangun pemahaman melalui berbagai pengalaman belajar.

Tentu, penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan murid, kondisi lingkungan sekolah, serta tujuan pembelajaran. Inspirasi dari luar negeri bukan untuk ditiru begitu saja, melainkan dipelajari dan dikembangkan sesuai karakteristik satuan pendidikan.

Membuka Peluang Jejaring Internasional

Selain mengenal budaya kampus, pertemuan dengan perwakilan Curtin University dan ECU menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring pendidikan internasional.

Interaksi tersebut membuka ruang untuk mengenal lingkungan akademik Australia dan menjajaki kemungkinan hubungan kelembagaan yang relevan dengan kebutuhan sekolah. Peluang kerja sama dapat dikembangkan lebih lanjut apabila terdapat kesepakatan dan tindak lanjut dari pihak-pihak terkait.

Setelah agenda akademik, delegasi mengikuti kunjungan ke Blue Boat House, salah satu ikon Kota Perth, pada pukul 17.20–17.45. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda makan malam bersama SCSA sebelum rombongan kembali ke hotel.

Membawa Inspirasi untuk Kemajuan SMAMDA

Kunjungan studi pendidikan ke Australia Barat menjadi bagian dari proses memperluas wawasan tentang pengembangan pendidikan dan kelembagaan. Pengalaman mengamati budaya kampus serta berinteraksi dengan perwakilan perguruan tinggi dapat menjadi bahan refleksi bagi SMAMDA Sidoarjo dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Sekolah unggul tidak hanya membutuhkan bangunan representatif dan fasilitas modern. Lebih dari itu, sekolah perlu membangun budaya yang mendorong murid untuk terus belajar, berani mengemukakan gagasan, mampu bekerja sama, dan mengembangkan potensi diri.

Pengalaman dari Perth tersebut diharapkan memperkaya perspektif pengembangan SMAMDA sebagai sekolah yang unggul, berkarakter, inovatif, dan berwawasan global. Keterbukaan terhadap gagasan internasional tetap berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai Islam sebagai landasan pendidikan Muhammadiyah.

Sebab, kemajuan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh tempat berlangsungnya pembelajaran, tetapi juga oleh lingkungan, budaya, dan semangat belajar yang terus ditumbuhkan di dalamnya.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo