Mas Ghulam (kanan) dan Mas Arif (kiri), staf Multimedia SMAMDA Sidoarjo, mengarahkan murid saat proses pengambilan gambar kegiatan FORTASI 2026 di Auditorium KH AR Fachruddin, Jumat (17/7/2026). (Moh. Ernam/SMAMDA.SCH.ID) Mas Ghulam (kanan) dan Mas Arif (kiri), staf Multimedia SMAMDA Sidoarjo, mengarahkan murid saat proses pengambilan gambar kegiatan FORTASI 2026 di Auditorium KH AR Fachruddin, Jumat (17/7/2026). (Moh. Ernam/SMAMDA.SCH.ID)

Di Balik Lensa FORTASI, Mas Arif dan Mas Ghulam Abadikan Semangat Murid Baru SMAMDA Sidoarjo

Riana Wulaningrum | 20 Juli 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Keseruan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) SMAMDA Sidoarjo tidak hanya terlihat dari antusiasme murid baru dan para pendamping. Di balik ribuan foto yang menghiasi media sosial dan laman sekolah, ada dua sosok yang bekerja tanpa lelah mengabadikan setiap momen berharga. Mereka adalah Dian Arif Fajar dan Ghulam Zakiyan, staf Multimedia SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo.

Sejak pukul 06.00 WIB hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, keduanya telah bersiaga dengan kamera di tangan. Mereka berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk memastikan setiap momen penting FORTASI terekam dengan baik, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, senam Anak Indonesia Hebat, latihan baris-berbaris, salat berjamaah, hingga inaugurasi dan penutupan.

"Bagi kami, tugas ini adalah membuat kenangan menjadi nyata," ujar Arif.

Menurutnya, pekerjaan dokumentasi tidak sekadar memotret, tetapi juga menangkap emosi yang muncul selama kegiatan berlangsung.

"Kami harus peka melihat ekspresi murid saat berkenalan, semangat ketika meneriakkan yel-yel, kekompakan kakak gugus saat mendampingi adik gugus, hingga momen para guru menyampaikan materi. Semua itu menjadi cerita yang layak dikenang," tuturnya.

Arif yang telah hampir lima tahun mengabdi di SMAMDA mengaku bersyukur dapat bekerja di lingkungan yang religius, nyaman, serta didukung fasilitas yang memadai.

Hal senada disampaikan Ghulam. Ia menilai FORTASI menjadi salah satu agenda paling menantang bagi tim Multimedia.

"Dengan jumlah murid baru lebih dari 400 orang, kami harus bergerak cepat. Terlambat satu detik saja, momen itu bisa hilang. Karena itu kami harus selalu sigap," katanya.

Di balik hasil dokumentasi yang dinikmati warga sekolah, terdapat proses panjang yang tidak sederhana. Seusai kegiatan setiap hari, Ghulam masih harus menyelesaikan proses penyuntingan ratusan hingga ribuan foto agar dapat segera dipublikasikan.

Selama lima hari pelaksanaan FORTASI, Arif dan Ghulam menghasilkan sekitar 1.000 hingga 1.500 foto setiap hari. Seluruh dokumentasi tersebut menjadi arsip sekolah sekaligus bahan publikasi di website dan media sosial resmi SMAMDA.

"Kami memang berada di balik layar. Nama kami mungkin jarang disebut, tetapi kami bangga karena melalui foto-foto ini orang tua dapat melihat proses tumbuh dan berkembangnya putra-putri mereka di SMAMDA," ungkap Arif.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Zainul Arifin, memberikan apresiasi atas dedikasi tim Multimedia selama pelaksanaan FORTASI.

"Kami bersyukur memiliki tim dokumentasi yang bekerja dengan penuh dedikasi. Mereka tidak hanya menghasilkan foto yang baik, tetapi juga mampu menangkap nilai kebersamaan, semangat belajar, dan pembentukan adab yang menjadi ruh FORTASI di SMAMDA," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dokumentasi bukan sekadar kumpulan gambar, melainkan bagian dari sejarah perjalanan sekolah.

"Foto adalah jejak sejarah. Terima kasih kepada Mas Arif dan Mas Ghulam. Berkat kerja keras mereka, setiap cerita FORTASI dapat terus dikenang oleh seluruh keluarga besar SMAMDA," tutupnya.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo