Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID— Impian Kepala SMA Muhammadiyah Gorontalo, Mahfud Harim, untuk belajar di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo akhirnya terwujud. Jauh sebelum keputusan penempatan magang ditetapkan, ia ternyata sudah membidik Smamda sebagai tempat belajar tentang pengelolaan sekolah.
Mahfud Harim yang akrab disapa Fuad menceritakan impian tersebut kepada Kepala Smamda Sidoarjo M. Zainul Arifin, pada Rabu (9/9/2026). Fuad mengungkapkan, keinginannya belajar di Smamda sudah tumbuh sejak masih berada di Gorontalo.
“Dalam doa-doa saya, saya selalu berharap bisa ditempatkan belajar di Smamda,” ungkap Fuad kepada M. Zainul Arifin.
Keinginan tersebut ia simpan meskipun saat itu belum ada keputusan mengenai lokasi penempatan. Penentuan lokasi magang menjadi kewenangan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PWM Jawa Timur.
Harapan Terwujud
Harapan Fuad kemudian benar-benar terwujud. Saat acara penerimaan peserta magang di Kantor PWM Jawa Timur, Jalan Kertomenanggal IV No. 1, Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Ahad (30/8/2026), Eko Hardi Ansyah, Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, menyampaikan bahwa Fuad ditempatkan di Smamda Sidoarjo.
“Pak Fuad ditempatkan di Smamda Sidoarjo,” ujar Eko saat menyampaikan penempatan peserta magang.
Fuad menyambut keputusan tersebut dengan penuh rasa syukur. Ia merasa penempatan di Smamda menjadi jawaban atas harapan yang selama ini ia panjatkan.
“Saya sangat bersyukur karena sejak lama memang membidik Smamda,” tuturnya.
Ketertarikan Fuad terhadap Smamda juga tumbuh dari kebiasaannya mengikuti perkembangan sekolah melalui media sosial dan laman resmi Smamda. Berbagai informasi yang ia lihat membuat Fuad semakin tertarik mempelajari sistem pengelolaan pendidikan yang diterapkan Smamda.
Setelah berada di Smamda, Fuad langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dari berbagai praktik pengelolaan sekolah. Ia mempelajari sistem pendampingan belajar murid bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Arief Hanafi.
Belajar dari Pengelolaan Ekstrakurikuler
Selain itu, Fuad mengamati pelaksanaan ekstrakurikuler wajib, yaitu Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Ia mempelajari bagaimana sekolah menyusun program, mengelola pendampingan, membangun kedisiplinan, serta memastikan setiap kegiatan berjalan secara terarah.
Bagi Fuad, pengalaman belajar di Smamda menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman nyata yang dapat dibawa pulang dan dikembangkan di SMA Muhammadiyah Gorontalo.
“Banyak hal yang ingin saya pelajari di sini. Saya ingin melihat langsung sistem yang diterapkan, kemudian mengambil hal-hal baik yang bisa dikembangkan di sekolah kami,” katanya.
Smamda Sidoarjo menerima satu peserta program magang kepala sekolah dan pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan dari Gorontalo. Program ini merupakan kerja sama antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan PWM Gorontalo.
Editor: Moh. Ernam