Dari kiri ke kanan, Burhan Rahmat Auladi, Silwana Mumthaza, dan Muhammad Mauludy Falaakhy, tim guru dan tenaga kependidikan Smamda Sidoarjo yang meraih medali perak dalam ajang IRTC 2026. (Dok. Smamda/smamda.sch.id) Dari kiri ke kanan, Burhan Rahmat Auladi, Silwana Mumthaza, dan Muhammad Mauludy Falaakhy, tim guru dan tenaga kependidikan Smamda Sidoarjo yang meraih medali perak dalam ajang IRTC 2026. (Dok. Smamda/smamda.sch.id)

Berawal dari Inovasi Sistem Ujian Digital, Guru Smamda Sidoarjo Raih Prestasi di IRTC 2026

Moh. Ernam | 15 Oktober 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Inovasi sistem ujian digital SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo meraih medali perak (Silver Medal) dalam ajang International Research Teacher Competition (IRTC) 2026. Inovasi bertajuk SEB EXAM SMAMDA ini dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan asesmen digital yang aman sekaligus menjaga integritas akademik.

Tim Smamda terdiri atas Burhan Rahmat Auladi, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, sebagai ketua tim; Muhammad Mauludy Falaakhy, Kasi Administrasi dan IT Support; serta Silwana Mumthaza, guru Biologi.

Ketiganya mempresentasikan karya tulis berjudul “SMAMDA SEB EXAM: OPTIMIZING TECHNOLOGY FOR SAFE AND INTEGRITY-BASED DIGITAL ASSESSMENTS.” Penelitian tersebut mengangkat pengalaman pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) tahun ajaran 2025/2026. Presentasi di hadapan dewan juri internasional berlangsung secara daring melalui Zoom pada Selasa (6/10/2026).

Perpaduan Teknologi dan Integritas

Burhan Rahmat Auladi menjelaskan, kekuatan utama riset ini terletak pada perpaduan teknologi, tata kelola pelaksanaan ujian, dan evaluasi berkelanjutan.

“Inovasi kami terletak pada bagaimana kami menggabungkan teknologi, aturan manusia, dan evaluasi berkelanjutan,” jelasnya.

SEB EXAM SMAMDA dikembangkan menggunakan Safe Exam Browser (SEB) yang terintegrasi dengan Learning Management System (LMS) Moodle milik sekolah. Sistem ini membatasi akses perangkat murid selama ujian sehingga penggunaan aplikasi atau fitur lain di luar kebutuhan asesmen dapat dicegah atau diminimalkan.

Keamanan sistem diperkuat melalui integrasi Browser Exam Key (BEK), token ujian, serta mekanisme pencegahan penggunaan aplikasi mengambang (floating app). Langkah tersebut ditujukan untuk meminimalkan peluang kecurangan selama ujian berlangsung.

Menurut Burhan, upaya menjaga integritas tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Panitia juga memberikan pengarahan teknis kepada para pelaksana ujian, menerapkan pakta integritas, dan melakukan evaluasi harian untuk menyempurnakan sistem.

“Kami tidak hanya menyiapkan perangkat teknologi, tetapi juga memastikan seluruh pelaksana memahami prosedur ujian dan tanggung jawabnya. Evaluasi dilakukan secara berkala agar pelaksanaan asesmen semakin baik,” ungkapnya.

Berawal dari Evaluasi Pelaksanaan PSAT

Gagasan penelitian ini berawal dari proses penyusunan laporan pertanggungjawaban PSAT oleh Silwana Mumthaza selaku ketua panitia. Data pelaksanaan ujian yang terkumpul kemudian dilihat sebagai bahan penelitian yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Burhan menjelaskan, pengalaman tim dalam kepanitiaan PSAT menjadi modal penting untuk mengkaji penerapan teknologi dalam menjaga keamanan dan integritas asesmen di sekolah. Setelah memperoleh informasi mengenai IRTC 2026, tim menyusun karya tulis berdasarkan pengalaman tersebut dan mempersiapkannya untuk dipresentasikan di hadapan dewan juri internasional.

Tantangan Presentasi Internasional

Persiapan kompetisi juga menghadirkan tantangan tersendiri. Tim harus menyiapkan presentasi berbahasa Inggris di tengah padatnya agenda sekolah, termasuk pelaksanaan Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Burhan mengungkapkan, keterbatasan pengalaman berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi bersama. Meski demikian, seluruh anggota tim berusaha mempersiapkan materi dan memahami kemungkinan pertanyaan dari dewan juri.

“Persiapan kami cukup menantang karena harus membagi waktu dengan agenda sekolah. Bahasa Inggris juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, kami berusaha saling mendukung dan mempersiapkan presentasi sebaik mungkin. Alhamdulillah, presentasi dan sesi tanya jawab dapat kami lalui dengan lancar hingga meraih medali perak,” tuturnya.

Bagi Burhan dan tim, capaian ini menjadi pengalaman berharga untuk terus mengembangkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata sekolah. Melalui SEB EXAM SMAMDA, pengembangan teknologi diarahkan bukan sekadar untuk mendukung pelaksanaan ujian, melainkan juga memperkuat asesmen yang aman, tertib, dan berintegritas.

Penulis: Muhammad Mauludi Falaakhy/Silwana Mumthaza

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo