Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID – Keraguan sempat menyelimuti Ulil Albab Ibrahim saat mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang Kimia tingkat Provinsi Jawa Timur. Namun, murid kelas XI-3 SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo ini berhasil melewati persaingan dan memastikan diri lolos ke tingkat nasional.
OMI jenjang MA/SMA bidang Kimia tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Babak tingkat provinsi berlangsung pada Senin (7/9/2026) di MAN Sidoarjo.
Ulil harus bersaing dengan ribuan peserta untuk mendapatkan tiket ke tingkat nasional. Dari 15.485 peserta yang mengikuti babak tingkat provinsi, hanya 484 peserta yang berhasil lolos ke tahap berikutnya.
“Menurut saya, persaingannya sangat ketat. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang tereliminasi. Dari 15.485 peserta yang mengikuti babak tingkat provinsi, hanya 484 peserta yang berhasil melaju ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Sempat Ingin Menyerah
Perjalanan Ulil menuju tingkat nasional tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia mengaku sempat merasa tertekan karena harus membagi fokus antara OMI dan kompetisi lain yang juga sedang diikutinya.
Saat babak provinsi berlangsung, keraguan bahkan sempat muncul. Ia merasa persiapannya belum cukup untuk bersaing dan khawatir tidak berhasil lolos.
“Rasanya penuh tekanan. Selain lomba ini, saya juga sedang mengikuti lomba lain, sehingga fokus saya terbagi dua. Saat babak provinsi berlangsung, saya sempat ingin menyerah dan merasa akan gagal,” tuturnya.
Sebelum mengikuti kompetisi, Ulil menjalani pelatihan khusus yang difasilitasi sekolah selama dua pekan. Persiapan tersebut menjadi bekal untuk menghadapi soal-soal Kimia dalam kompetisi yang berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Ia mengaku sangat senang setelah mengetahui dirinya lolos ke tingkat nasional. Baginya, pencapaian ini menjadi pengalaman istimewa karena merupakan kali pertama ia berhasil melaju ke tingkat nasional dalam kompetisi yang diselenggarakan pemerintah.
Dukungan Orang Tua dan Sekolah
Ulil menyebut dukungan orang-orang di sekitarnya menjadi salah satu faktor penting yang membantunya melewati proses seleksi. Orang tua selalu memberikan doa dan semangat, sedangkan sekolah memfasilitasi persiapan melalui pelatihan khusus.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bu Azmil selaku guru pembimbing Kimia yang mendampingi selama pelatihan, serta teman-teman yang terus memberikan dukungan.
“Menurut saya, kuncinya adalah tidak menyerah meskipun sempat merasa ragu. Saya tetap berusaha mengerjakan soal sebaik mungkin dengan bekal dari pelatihan yang ada. Selain itu, doa dan dukungan dari orang-orang di sekitar saya juga sangat berpengaruh,” jelasnya.
Meski belum memperoleh penghargaan selain sertifikat pada tingkat kabupaten, Ulil memandang keberhasilannya lolos nasional sebagai pengalaman berharga. Ia ingin mempersiapkan diri lebih matang, belajar lebih fokus, dan memberikan usaha terbaik pada tahap selanjutnya.
Ulil juga berpesan kepada teman-temannya agar memiliki tujuan yang jelas sebelum mengikuti kompetisi. Menurutnya, peserta perlu menentukan langkah yang efektif, menjaga fokus, dan memanfaatkan lingkungan yang mendukung proses belajar.
“Kenali dulu apa yang benar-benar kamu inginkan, lalu pikirkan jalan paling efektif untuk mencapainya. Jangan habiskan energi untuk hal yang tidak membawamu lebih dekat ke tujuan,” pesannya.
Bagi Ulil, lolos ke tingkat nasional bukanlah akhir perjalanan, melainkan kesempatan untuk belajar dan menguji kemampuan lebih jauh. Ia siap menghadapi tahap berikutnya dengan persiapan yang lebih baik, sembari menerima apa pun hasil akhirnya sebagai bagian dari pengalaman berharga.
Editor: Moh. Ernam