Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menggelar upgrading guru pembina Program Intensif Belajar (PIB) Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di ruang briefing Smamda Sidoarjo Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan sekolah untuk mengantarkan murid kelas XII menembus perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur UTBK.
Upgrading diikuti guru pembina lima mata pelajaran, yakni Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Fisika, dan Kimia. Penguatan kompetensi guru menjadi perhatian utama agar pembinaan dan pendampingan murid berjalan lebih terarah dalam menghadapi seleksi masuk PTN.
Kepala Smamda Sidoarjo, M. Zainul Arifin, menegaskan bahwa persiapan UTBK harus dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh.
“Kita harus menyiapkan anak-anak untuk bisa masuk perguruan tinggi melalui sistem UTBK dengan serius dan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Menurut Zainul, upgrading guru pembina PIB UTBK merupakan salah satu upaya sekolah untuk memenuhi harapan orang tua. Sebagian orang tua masih memandang PTN sebagai pilihan yang lebih baik dibandingkan perguruan tinggi swasta. Karena itu, Smamda berkomitmen memberikan pendampingan optimal agar murid mampu mengerjakan soal UTBK dengan baik dan memperoleh kesempatan lolos melalui jalur tersebut.
“Karena itu, kita harus menyiapkan UTBK ini dengan sebaik-baiknya agar anak-anak bisa menyelesaikan soal-soal UTBK dengan baik dan bisa lolos melalui jalur ini,” tambahnya.
Zainul juga menyampaikan bahwa Smamda mendapat tantangan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk masuk dalam jajaran 100 besar nasional berdasarkan hasil UTBK. Target tersebut menjadi dorongan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kesiapan guru, dan menyusun strategi pendampingan murid secara lebih terukur.
“Tantangan ini harus kita sambut secara optimistis dan gembira. Dengan adanya tantangan ini, kita bisa mempersiapkan segala hal dengan lebih baik, khususnya menyiapkan guru-guru melalui upgrading seperti ini,” pungkasnya.
Gandeng Lembaga Bimbingan Belajar
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Alful Musyrifah, menjelaskan bahwa persiapan UTBK perlu dilakukan sejak dini, termasuk memastikan guru pengampu memiliki kesiapan dalam membimbing murid menghadapi pola soal seleksi.
“Kami berusaha bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar untuk mempersiapkan UTBK,” terangnya.
Alful menambahkan, pemilihan mitra bimbingan belajar untuk tahun ini didasarkan pada hasil polling dan survei kepada murid. Mayoritas murid memilih Edulab sebagai mitra penyelenggaraan try out UTBK.
Atas dasar itu, sekolah memperkuat koordinasi dan pembinaan guru melalui kegiatan upgrading. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menyelaraskan strategi pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan murid dalam menghadapi seleksi masuk PTN.
Smamda menargetkan kerja sama dan peningkatan kapasitas guru ini berdampak pada semakin banyaknya murid yang diterima di PTN melalui jalur UTBK. Lebih dari itu, sekolah berharap upaya tersebut menjadi langkah nyata untuk memenuhi tantangan masuk 100 besar nasional.
Editor: Moh. Ernam