TANTANGAN SEKOLAH UMUM DI ERA PANDEMI COVID-19

Wigatiningsih, M.Pd. | 05 Agustus 2021

Detail Berita:

Pandemi COVID-19  yang sedang berlangsung ini tidak ada yang bisa memperkirakan kapan berakhir. Tentu berdampak  signifikan terhadap semua lini dan bidang. Tak terkecuali bidang pendidikan.

Hampir satu setengah tahun, pembelajaran tatap muka tidak dilaksanakan di sekolah. Tentu hal ini menjadi masalah yang tidak kecil bagi sekolah maupun siswa.

Dari pendataan yang dilakukan oleh MKKS di beberapa kabupaten menunjukkan bahwa hampir semua sekolah swasta di semua jenjang terjadi penurunan siswa dalam proses PPDB awal tahun ajaran 2021/2022 ini. Penurunan ini disebabkan beberapa faktor.  Diantaranya adalah faktor ekonomi, kesehatan, efektivitas dan efisiensi waktu belajar, dan sebagainya.

Banyak yang menyebutkan bahwa selama pandemi COVID-19 ini terjadi penurunan kualitas pendidikan. Hasil penelitian yang menyebutkan akan terjadi loss generation. Karena pembelajaran di era ini tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Pembelajaran jarak jauh secara daring belum memberikan hasil yang menggembirakan. Selain waktu belajar diperpendek, materi ajar yang disampaikan tidak ada tuntutan harus tuntas. Pengawasan dan pendampingan guru terhadap siswa juga mengalami kendala karena tidak bisa tatap muka.  Demikian juga pengawasan orang tua yang tidak maksimal karena banyak faktor.

The Education and Development Forum (2020) mengartikan  bahwa learning loss adalah situasi dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum maupun khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi karena kesenjangan atau ketidakberlangsungannya proses pendidikan. Ini memang terjadi dan menjadi problem semua sekolah.

Beberapa tantangan sekolah umum harus segera disikapi di era pandemi ini.  Tidak dipungkiri walaupun semua sudah disiapkan namun ada hal yang kadang-kadang faktor eksternal yang vital tidak mendukung, yakni jaringan internet yang tidak stabil. Tantangan lain sekolah umum di era pandemi COVID-19 adalah:

  • Adanya sekolah yang berbasis  pondok pesantren yang memasukkan santrinya karena  semua santri, setelah mengikuti sekolah umum, pulangnya ke pondok yang tempatnya satu lokasi. Jadi mereka tidak bersosialisasi dengan orang luar. Ini yang sekarang sedang diminati orang tua, karena anaknya bisa belajar luring penuh dan orang tua tidak susah dalam hal pengawasan karena mereka ada di pondok pesantren.
  • Mulai banyak program home schooling yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kursus dan lembaga independen yang sudah mendapat izin resmi.
  • Les privat baik daring maupun luring.
  • Menunda waktu sekolah sampai tahun ajaran berikutnya sambil menunggu perkembangan pandemi.
  • Efisiensi keuangan keluarga, karena banyak orang tua yang terdampak COVID-19.

 

Upaya-upaya strategis dilakukan oleh hampir semua sekolah untuk tetap mendapatkan siswa sesuai kuota. Beberapa upaya yang dilakukan adalah:

  • penambahan sarpras melalui penambahan jaringan internet;
  • peningkatan kualitas SDM guru untuk memberikan layanan dan fasilitas belajar jarak jauh secara daring, diantaranya adalah pelatihan guru dalam bidang IT, pembuatan LMS (learning Manajement System, akses aplikasi guru belajar;
  • meningkatkan kerjasama dan komunikasi dengan orang tua secara intens melalui media sosial;
  • memudahkan akses pembelajaran siswa melalui android dengan mudah, dengan memberikan paket data internet;
  • menurunkan biaya pendidikan;
  • melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas saat situasi pandemi mulai mereda, atas persetujuan orang tua, dsb.

 

Semua upaya itu dilakukan sekolah dalam rangka memenuhi layanan siswa di era pandemi. Yang lebih penting lagi layanan guru terhadap siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Walaupun jarak jauh melalui daring pembelajaran harus tetap menarik dan menyenangkan.  Dengan demikian siswa lebih bisa bertahan berhadapan dengan layar android maupun layar laptop untuk mengikuti pembelajaran.

Semoga pandemi ini segera berakhir. Sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka. Guru dan siswa bisa melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah dengan normal dan menyenangkan. Prestasi siswa meningkat dengan adanya kemampuan meningkatkan kompetensi pembelajaran digital yang mereka dapatkan saat pandemi. Aamiin.

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2021 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo