Menyulam Mimpi ke Negeri Ginseng: Kisah Pre-Departure KLIC Indonesia 2025 (Tulisan 1 : Perjalanan di Korea Selatan)

Ernawati Kristinningrum, S.T., M.Pd. | 04 Januari 2026

Detail literasi:

 

 

Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Re Premiere Simatupang, Jakarta Selatan, pada Senin siang, 13 Oktober 2025. Hotel yang terletak di kawasan Cilandak itu menjadi saksi awal perjalanan 25 guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia dalam rangka Pre-Departure Korea–Indonesia Learning Collaboration (KLIC) Indonesia 2025. Bagi para delegasi, hari itu bukan sekadar agenda administratif, melainkan gerbang menuju pengalaman belajar lintas negara yang sarat makna.

Sejak pukul 14.00 WIB, satu per satu peserta tiba dan melakukan proses check-in. Setelah menikmati makan siang, para guru memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak di kamar masing-masing. Namun, suasana santai itu tak berlangsung lama. Menjelang sore, peserta kembali bersiap mengikuti rapat penting yang menjadi penanda dimulainya rangkaian resmi pre-departure.

Tepat pukul 17.00 WIB, Aula Irian Jaya menjadi pusat perhatian. Rapat dibuka oleh perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satu pemateri, Bapak Anang Rahardananto, S.T., M.M., menyampaikan paparan komprehensif mengenai gambaran umum kegiatan KLIC Indonesia 2025 selama di Korea Selatan. Mulai dari agenda akademik, etika internasional, hingga ekspektasi peran delegasi sebagai duta pendidikan Indonesia disampaikan secara lugas namun inspiratif.

Rapat sore itu menjadi ruang penyamaan persepsi. Para peserta tidak hanya menerima informasi teknis, tetapi juga diajak menumbuhkan kesadaran bahwa mereka membawa identitas bangsa. KLIC bukan sekadar program kunjungan, melainkan kolaborasi pembelajaran yang menuntut kesiapan intelektual, kultural, dan mental.

Usai jeda salat Magrib dan makan malam, kegiatan berlanjut pada pukul 19.00 WIB. Malam itu, aula kembali dipenuhi diskusi intens. Peserta dibagi ke dalam tiga tim sesuai jenjang pendidikan, yakni SMP, SMA, dan SMK. Masing-masing tim mulai mematangkan materi presentasi yang akan disampaikan selama kegiatan di Korea Selatan. Ide demi ide mengalir, diperdebatkan, disempurnakan, dan dirangkai dengan semangat kolaborasi yang terasa kuat hingga larut malam.

Meski agenda diskusi materi telah rampung, energi para delegasi seolah belum habis. Kegiatan dilanjutkan dengan persiapan penampilan seni yang akan ditampilkan pada acara pembukaan KLIC Indonesia 2025 di Korea. Setiap daerah berusaha menghadirkan ciri khasnya masing-masing. Ada yang menyiapkan tarian, ada pula yang merancang konsep musikal dan visual. Semua dikemas dengan satu tujuan: menampilkan wajah Indonesia yang beragam, kreatif, dan membanggakan.

Menjelang pukul 23.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan hari pertama akhirnya diselesaikan. Raut lelah tampak jelas, namun tergantikan oleh rasa puas dan optimisme. Materi telah siap, penampilan telah dilatih, dan kebersamaan kian terjalin erat. Malam itu, para delegasi beristirahat dengan keyakinan bahwa langkah besar telah dimulai.

Keesokan harinya, Selasa, 14 Oktober 2025, aktivitas kembali bergulir sejak pagi. Setelah sarapan bersama pukul 07.00 WIB, peserta mengikuti pembekalan sesi kedua dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada pukul 09.00 WIB. Sesi ini berfokus pada pengecekan kelengkapan dokumen perjalanan, mulai dari paspor, visa, hingga surat pendukung lainnya. Bahkan, koper peserta pun ditimbang bersama untuk memastikan kelancaran proses imigrasi dan logistik di bandara.

Pukul 14.00 WIB, rombongan bertolak menuju Bandara Soekarno-Hatta. Meski penerbangan menuju Korea Selatan dijadwalkan pukul 21.00 WIB dan mengalami keterlambatan, semangat kebersamaan tetap terjaga. Canda, cerita, dan makan malam bersama di food court bandara menjadi penawar lelah setelah dua hari penuh persiapan.

Akhirnya, pada Rabu dini hari, 15 Oktober 2025 pukul 01.30 WIB, pesawat Korean Air lepas landas membawa 30 delegasi KLIC 2025 menuju Negeri Ginseng. Setelah menempuh perjalanan sekitar tujuh jam, rombongan mendarat dengan selamat di Bandara Incheon pada pukul 10.30 waktu setempat.

Alhamdulillah, langkah awal kolaborasi pendidikan Indonesia–Korea Selatan pun resmi dimulai. Di balik koper dan dokumen, para guru membawa harapan, semangat belajar, dan tekad untuk kembali dengan pengalaman berharga demi kemajuan pendidikan Indonesia.

 

Editor : Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo