Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID — Kabar membanggakan datang dari alumni Boarding SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo. Yahya Ayas Jafar Lobud, lulusan tahun 2020, resmi diterima sebagai mahasiswa di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, setelah melalui perjuangan panjang selama lima tahun pendaftaran.
Ayas tercatat mengambil jurusan Aqidah dan Dakwah. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah dinyatakan diterima sejak Agustus 2025 dan menjalani proses administrasi secara daring hingga Desember sebelum akhirnya berangkat ke Madinah pada Januari 2026.
“Saya sudah diterima sejak Agustus 2025. Proses online sampai Desember, alhamdulillah Januari berangkat,” tuturnya.
Ia tiba di Madinah pada 14 Januari 2026 setelah menerima panggilan dari pihak kampus untuk segera mengurus visa dan pemeriksaan kesehatan.
Perjuangan Lima Kali Mendaftar
Perjalanan Ayas menuju kampus impiannya tidak berlangsung mudah. Sejak tahun 2020, ia tercatat telah mendaftar sebanyak lima kali sambil menempuh studi di Indonesia.
“Saya daftar lima kali sejak 2020 sambil kuliah di Indonesia. Alhamdulillah diterima saat mendaftar Mei 2025,” jelasnya.
Pada percobaan pertama tahun 2020, ia sempat lolos tahap awal seleksi, namun belum berhasil diterima. Tahun berikutnya ia kembali mencoba dengan mendaftar ke sembilan kampus di Arab Saudi, tetapi hasilnya masih belum sesuai harapan.
Tahun 2024, Ayas sempat menghentikan pendaftaran untuk fokus menyelesaikan studi S1 di STID Mohammad Natsir jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Kesempatan kembali terbuka ketika ia menerima email undangan pendaftaran pada 2025 yang akhirnya mengantarkannya lolos seleksi.
Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran dilakukan secara mandiri. Informasi diperoleh melalui media sosial PPMI Madinah dan pendaftaran dilakukan melalui laman Study in Saudi.
Adapun berkas yang harus dipersiapkan cukup banyak, di antaranya ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi lembaga dan perorangan, surat keterangan sehat, SKCK, serta surat kelakuan baik dari sekolah yang seluruhnya diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Ia juga melampirkan sertifikat hafalan Al-Qur’an, hafalan hadis, matan ilmiyah, serta sertifikat kemampuan bahasa.
Pengabdian Dakwah di Maluku Utara
Selain fokus pada studi, Ayas juga memiliki pengalaman pengabdian dakwah. Saat masih kuliah di STID Mohammad Natsir, ia pernah menjalani pengabdian selama 45 hari pada bulan Ramadhan di Kecamatan Tobelo, Maluku Utara.
“Alhamdulillah pengalaman yang sangat berharga,” kenangnya.
Ayas merupakan putra asal Kotamobagu, Sulawesi Utara. Ia mengaku terakhir pulang ke kampung halamannya pada 2021 karena kesibukan studi dan aktivitas dakwah. Keluarganya masih menetap di Kotamobagu, sementara sang kakak, Farah Khairunnisa Lobud, menempuh studi Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan pernah menjalani praktik mengajar di Smamda.
Inspirasi bagi Adik Kelas
Kisah perjuangan Ayas menjadi inspirasi bagi murid Boarding Smamda. Ketekunan, kesabaran, dan istiqamah dalam berusaha menjadi kunci keberhasilannya menembus perguruan tinggi luar negeri.
Di akhir pesannya, ia menyampaikan ungkapan syukur, “Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat.”
Ia juga membuka kesempatan bagi adik kelas yang ingin berkonsultasi terkait beasiswa Timur Tengah.
Saat ini terdapat dua alumni Smamda yang menempuh studi di Universitas Islam Madinah, yakni Ayas dan Affan Haekal, lulusan Smamda tahun 2018.
Ayas sendiri mulai belajar di Smamda pada 2017 sebagai bagian dari periode kedua Program Boarding School di kelas X MIPA 1. Putra kedua pasangan Suharto Lobud dan Haslinda Pomayaan itu berharap semakin banyak murid Smamda yang dapat mengikuti jejaknya.
Perjalanan panjang Yahya Ayas Jafar Lobud membuktikan bahwa kegigihan, kesabaran, dan doa yang terus menyertai langkah akan berbuah manis pada waktunya.
Editor: Moh. Ernam