Dirga Sembiring Novanda murid kelas XI Coding sedang presentasi smart home berbasis IoT hasil buatannya (Dok pribadi/smamda.sch.id) Dirga Sembiring Novanda murid kelas XI Coding sedang presentasi smart home berbasis IoT hasil buatannya (Dok pribadi/smamda.sch.id)

Dari Baris Kode ke Rumah Pintar: Karya Murid XI Coding Smamda Sidoarjo Berbasis IoT

Suwidiyanti | 12 Januari 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Suara klik keyboard berpadu dengan sorot mata penuh rasa ingin tahu memenuhi ruang kelas XI Coding SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo. Di ruang inilah, ide-ide besar tentang masa depan dirajut melalui simulasi pembuatan rumah pintar (smart home) berbasis Internet of Things (IoT), sebuah pembelajaran yang mengajak murid melampaui sekadar menulis baris kode.

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga belajar bermimpi—tentang rumah yang lebih aman, hemat energi, dan ramah bagi penghuninya. Miniatur rumah pintar yang mereka rancang dilengkapi lampu otomatis, sensor suhu dan kelembapan, sistem keamanan pintu, hingga pengendalian perangkat berbasis aplikasi sederhana. Seluruh sistem tersebut dirancang dan diuji secara mandiri oleh para murid.

Pembelajaran ini dikemas dalam bentuk project based learning yang mendorong keterlibatan aktif murid sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Setiap kelompok merancang ide, membagi peran, menulis kode, lalu menguji sistem secara berulang. Ketika alat tidak bekerja, diskusi dan tawa justru mengalir, menandai proses belajar yang hidup dan bermakna.

Pengajar kelas XI Coding, Asmuri, menjelaskan bahwa simulasi rumah pintar ini merupakan proyek Semester 1 yang dirancang untuk menumbuhkan pembelajaran mendalam.
“Kami ingin murid tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan. Teknologi harus hadir untuk memudahkan hidup, bukan sekadar terlihat canggih,” tuturnya.

Kesan mendalam turut dirasakan para murid. Adam, salah satu murid kelas XI Coding, mengaku pengalaman ini membuka cara pandangnya tentang dunia pemrograman.
“Awalnya saya pikir coding hanya soal syntax. Namun, saat melihat lampu menyala otomatis karena program yang saya buat, saya sadar bahwa ilmu ini bisa berdampak nyata,” ungkapnya dengan antusias.

Sementara itu, Hanif menuturkan bahwa proses trial and error menjadi bagian paling berharga dari pembelajaran.
“Program kami sempat gagal berkali-kali. Justru di situ kami belajar sabar, bekerja sama, dan tidak takut salah. Rasanya seperti sedang menyiapkan diri untuk dunia kerja di masa depan,” katanya.

Lebih dari sekadar proyek teknologi, simulasi ini juga menanamkan nilai karakter. Murid belajar bertanggung jawab terhadap peran masing-masing, menghargai ide teman, serta menyadari bahwa inovasi besar lahir dari kolaborasi. Di ruang kelas tersebut, kegagalan bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk terus bertumbuh.

Melalui simulasi pembuatan rumah pintar berbasis IoT ini, Smamda Sidoarjo menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman. Dari baris-baris kode sederhana, murid kelas XI Coding belajar bahwa ilmu tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi harus berujung pada kebermanfaatan nyata bagi kehidupan. Setiap proses mencoba, gagal, lalu bangkit kembali menjadi bekal berharga untuk menapaki masa depan yang dinamis.

Dengan semangat “Terus menulis kode, terus menyalakan harapan,” kelas Coding Smamda Sidoarjo melangkah mantap menyiapkan generasi berkemajuan—generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga siap memberi solusi dan manfaat bagi masyarakat.

Think Smart, Code with Heart, Create the Future.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo