Detail Berita:
Smamda.sch.id – Peserta Baitul Arqam 2 Putri SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo mendapatkan motivasi keislaman dari Ustaz Suhadi Fajarai di Auditorium Ki Bagus Hadikusumo, Selasa (10/3/2026). Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswi untuk menumbuhkan karakter takwa sebagai bekal meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Di hadapan peserta, Ustaz Suhadi menegaskan bahwa orang yang bertakwa dijanjikan surga oleh Allah SWT. Salah satu tanda orang bertakwa adalah gemar berinfak.
“Ciri orang bertakwa yang pertama adalah berinfak, baik saat lapang maupun sempit. Mereka tetap berusaha memberi meskipun dalam keadaan terbatas,” ujarnya.
Ciri kedua, lanjutnya, adalah mampu menahan amarah. Ia mengingatkan para siswa untuk tidak mudah marah, tidak membully teman, serta menjaga kesabaran dalam pergaulan.
“Hati-hati kalau punya teman yang suka berinfak dan tidak mudah marah. Itu ciri-ciri ahli surga,” katanya disambut perhatian peserta.
Ciri ketiga orang bertakwa adalah mampu memaafkan kesalahan orang lain. Menurutnya, sikap memaafkan tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga kesehatan emosional dan fisik.
“Penelitian menunjukkan bahwa memaafkan dapat meningkatkan kesehatan emosi dan fisik. Memaafkan berarti kita menolak menjadi korban dari dendam dan kebencian,” jelasnya.
Ia menambahkan, orang yang memelihara kebencian akan kesulitan meraih kesuksesan karena energinya habis untuk memikirkan balas dendam.
“Memaafkan memang berat, tapi hadiahnya adalah surga. Kalau hadiahnya ringan, mungkin yang didapat hanya rantang,” ujarnya dengan gaya humor yang mengundang senyum peserta.
Jurus Langit untuk Meraih Kesuksesan
Dalam sesi berikutnya, Ustaz Suhadi mengingatkan pentingnya menyeimbangkan cita-cita tinggi dengan “jurus langit”, yaitu usaha spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah.
“Kalau cita-citamu setinggi langit tapi tidak memakai jurus langit, itu sama saja menyiapkan kejatuhan yang tinggi dan menyakitkan,” tuturnya.
Ia menjelaskan dua jurus utama berdasarkan Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 77, yaitu salat dan berbuat kebajikan.
“Jurus pertama adalah salat. Orang yang tidak salat pasti tidak akan menang. Mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan salat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an Surah Luqman.
“Durhaka mengundang petaka, sedangkan berbakti kepada orang tua mengundang prestasi,” katanya.
DNA Kesuksesan
Dalam penutup motivasinya, Ustaz Suhadi menyampaikan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual.
“Penelitian menunjukkan bahwa 80 persen kesuksesan ditentukan oleh kecerdasan emosional, sedangkan IQ hanya sekitar 20 persen,” jelasnya.
Ia juga membagikan empat langkah mengoperasikan “DNA kesuksesan”, yaitu:
1. Menjaga pergaulan
2. Menentukan orientasi hidup antara jalan fasik atau jalan takwa
3. Berani mengubah diri menjadi lebih baik
4. Bersungguh-sungguh dalam setiap usaha
Ia mengibaratkan perbedaan orientasi hidup seperti lalat dan lebah.
“Lalat selalu mencari kotoran, sementara lebah selalu mencari bunga. Jadilah seperti lebah yang membawa manfaat di mana pun berada,” pesannya.
Kegiatan motivasi ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Baitul Arqam 2 Putri SMAMDA Sidoarjo untuk memperkuat karakter religius, semangat berprestasi, serta akhlak mulia para siswi.
Editor: Khusnul Isa