Detail literasi:
Pendahuluan Pembelajaran Mendalam yang menjadi pendekatan pembelajaran terkini memang saatnya diterapkan dengan sungguh-sungguh. Bukan berarti pelajaran selama ini tidak diterapkan dengan sungguh sungguh. Namun perlu kesadaran penuh baik dari guru maupun murid dalam proses pembelajaran. Jika di banyak media dan forum diskusi, dinyatakan bahwa murid-murid sekarang baru menjalankan sekolah namun belum belajar (schooling without learning) artinya kondisi di mana siswa datang ke sekolah, mengikuti aturan, mengerjakan tugas, dan mendapat nilai, tapi tidak benar-benar memahami materi, mengembangkan keterampilan, atau merasakan pembelajaran yang bermakna sehingga ilmu tidak terserap dan tidak relevan dengan kehidupan nyata. Oleh karenanya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengeluarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, yang merupakan satu rangkaian yang terintegrasi dari beberapa Peraturan Menteri (Permen) lainnya seperti Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Permendikdasmen Nomor 12 tentang Standar Isi. Berarti bukan kurikulum baru, namun menegaskan sekolah tetap memakai Kurikulum 2013 dan Merdeka, memperkuat pembelajaran mendalam (deep learning), serta menambahkan koding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan. Pak Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa yang ditekankan adalah (pembelajaran) dengan pendekatan yang integratif, di mana satu pokok bahasan dapat dikaitkan dengan berbagai tema yang sejalan dan mungkin juga dengan lintas mata Pelajaran. Maka perlu ada perubahan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Salah satu yang menjadi penekanan adalah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam atau lebih popular dengan sebutan Deep Learning Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa konsep pembelajaran mendalam adalah pendekatan pendidikan yang fokus pada pemahaman konsep secara holistik, bermakna, dan berkesadaran, berbeda dari sekadar menghafal, dengan melibatkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga agar siswa menguasai kompetensi esensial dan relevan dengan kehidupan nyata, bukan hanya materi permukaan, serta mendorong refleksi diri, kreativitas, dan partisipasi aktif untuk mempersiapkan masa depan Pembahasan Sebagaimana dalam konsep yang sudah diterapkan satu tahun terakhir di setiap sekolah. yakni pendekatan pembelajaran mendalam dalam kurikulum Merdeka. Di dalam konsep pendekatan pembelajaran mendalam ini, terdapat dimensi profil lulusan. Ada delapan hal penting dalam dimensi tersebut. Salah satunya adalah Kesehatan. Pembelajaran mendalam diterapkan untuk menjawab krisis pembelajaran. Sementara untuk menjawab tantangan abad 21 adalah dengan melakukan pendekatan pembelajaran secara holistik. Salah satu pendekatan holistik adalah olahraga (dari 4 hal, yakni olahpikir, olahhati, olahrasa, olahraga). Nah salah satu cara untuk mencapai badan yang sehat adalah dengan pendekatan olahraga. Sejalan dengan itu pemerintah juga mempunyai program Asta Cita. Untuk mewujudkan Asta Cita tersebut maka pemerintah melalui mendikdasmen membuat Surat Keputusan berupa 7 (tujuh) kebiasaan anak Indonesia hebat. Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat itu dimulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Ketujuh hal tersebut tidak boleh ada yang hilang. Karena merupakan satu kesatuan untuk mewujudkan Asta Cita yakni Pembangunan karakter utama bangsa. Salah satu cara dalam penanaman pendidikan karakter adalah melalui pembiasaan. Menurut E. Mulyasa (2012), pembiasaan adalah sesuatu yang sengaja dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu itu dapat menjadi kebiasaan. Perilaku yang baik yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan, kebiasaan yang diulang-ulang akan menjadi karakter yang menempel pada diri seseorang. Kebiasaan yang dilakukan oleh anak dipengaruhi oleh kebiasaan yang dicontohkan oleh orang tua atau guru, karena mereka adalah panutan anak-anaknya. Di dalam struktur kurikulum nasional, mata pelajaran penjasorkes setiap sekolah adalah 3 jam tiap minggu yang meliputi Pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan yang disampaikan secara teori dan praktik. Sementara implementasi 7 kebiasaan anak Indonesia hebat salah satunya Adalah pembiasaan olahraga. Maka Kementerian Pendidikan dasar dan menengah menciptakan senam anak Indonesia Hebat (SAIH) untuk mendukung program tersebut. Agar yang 7 implementasi itu semua menjadi pembiasaan, maka olahraga di 7 kebiasaan anak Indonesia hebat itu perlu dimasukkan dalam struktur kurikulum. Perlu dimasukkan 1 jam pelajaran senam pagi anak Indonesia hebat bisa intra maupun kokurikuler. Sedangkan 3 jam pelajaran penjasorkes tetap masuk dalam struktur kurikulum karena muatan mapel penjasorkes adalah tematik sesuai dengan jenjang sekolahnya. Hasil interview dengan beberapa sekolah negeri maupun swasta di semua jenjang secara acak, pembiasaan olahraga melalui senam anak Indonesia hebat, sebagian besar melaksanakan senam tersebut satu minggu sekali. Satu minggu sekali yang dimaksud Adalah secara bergiliran per jenjang. Bahkan ada yang belum melaksanakan sama sekali. Alasan mengapa sekolah belum melaksanakan pembiasaan senam anak Indonesia Hebat, diantaranya adalah: 1. Waktu yang digunakan untuk senam tidak ada 2. Ada sekolah yang melaksanakan satu minggu sekali secara serempak 3. Ada sekolah yang melaksanakan satu minggu sekali tiap Jumat pagi secara bergiliran tiap jenjang 4. Kalaupun dilaksanakan satu minggu sekali secara bersama, harus mengurangi jam mata pelajaran lain, karena persiapan dan kembali ke kelas masing-masing juga membutuhkan waktu 5. Senam yang dilakukan bervariasi atas kreasi murid-murid, karena kalau senam SAIH terus, murid-murid bosan 6. Tidak melaksanakan senam karena tidak ada intruksi dari dinas Pendidikan setempat Pendidikan karakter sebaiknya diterapkan sejak anak usia dini, karena masa ini merupakan masa yang paling tepat untuk meletakkan dasar-dasar pengembangan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, konsep diri, seni, moral dan nilai-nilai agama (Mansur 2011) Sebagai sekolah Islam yang senantiasa mengangkat dan menerapkan nilai-nilai islam dalam proses pembelajaran dan layanan sekolah, hal ini sangat relevan dengan hadits Nabi Muammad SAW, yakni Allah mencintai mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Nah berangkat dari hadits di atas, mukmin yang kuat salah satu indikatornya Adalah kuat fisiknya dan itu bisa diperoleh dari kebiasaan berolahraga menjaga kebugaran. Jika badan sehat dan bugar maka enam (6) kebiasaan lainnya dari 7 kebiasaan anak Indonesia hebat itu mudah dilakukan. Jika 7 kebiasaan anak Indonesia hebat itu, enam diantaranya dilakukan setiap hari, maka layaknya berolahraga juga dilakukan setiap hari.. maka semua akan menjadi pembiasaan. Melihat fenomena di sekolah-sekolah, anak generasi Z sangat perlu dimotivasi untuk mau bergerak, berolahraga untuk mengalihkan fokusnya pada gadget dan malas gerak. Seandainya kegiataan itu dimasukan dalam struktur kurikulum sekolah dengan alokasi 1 jam Pelajaran, maka semua sekolah tanpa kecuali akan melaksanakan program tersebut dalam proses pemenuhan Asta Cita Pembangunan karakter utama bangsa. Kesimpulan Untuk mendukung pelaksanaan kurikulum Merdeka melalui pendekatan pembelajaran mendalam diperlukan faktor pendukung. Oleh karena itu diperlukan: 1. 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus menjadi perhatian oleh pihak keluarga, sekolah dan pemerintah; 2. Memasukkan program pembiasaan olahraga/senam dalam struktur kurikulum sekolah/ madrasah; 3. Sistem pembelajaran dan penilaian dimasukkan dalam intrakurikuler atau kokurikuler. Sumber Pustaka: Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat pendidikan karakter di satuan pendidikan dasar dan menengah (gtk.dikdasmen.go.id, 2024). Kemendikdasmen. Pusat Penguatan Karakter Mansur. (2011). Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Mulyasa, E. (2012). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara. Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, tentang cakupan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Penulis: Wigatiningsih, M.Pd Guru SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo Tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan SMAMDA Sidoarjo Kontributor PWMU.Co Menulis berita dan opini di Website SMAMDA Sidoarjo