Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Dedi Irwansa menyampaikan materi pada Forum Ta'aruf Wali Murid SMAMDA Sidoarjo di Auditorium KH AR Fachruddin, Sabtu (18/7/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Dedi Irwansa menyampaikan materi pada Forum Ta'aruf Wali Murid SMAMDA Sidoarjo di Auditorium KH AR Fachruddin, Sabtu (18/7/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Ketua Komisi A DPRD Jatim Ingatkan Wali Murid SMAMDA Sidoarjo Waspadai Pengaruh Digital dan Narkoba

Moh. Ernam | 21 Juli 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa, mengajak para wali murid SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo memperkuat peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada Forum Ta'aruf Wali Murid Tahun Ajaran 2026/2027 di Auditorium KH AR Fachruddin, Sabtu (18/7/2026).

Di hadapan ratusan wali murid, Dedi mengaku merasakan semangat yang sama dengan para orang tua yang hadir. Ia pun sedang mendampingi putri sulungnya yang baru memasuki jenjang kelas X sehingga memahami harapan sekaligus kekhawatiran para orang tua.

"Saya merasakan aura dan spirit yang sama dengan Bapak-Ibu semua. Kebetulan putri pertama saya juga sedang menjalani proses menjadi murid baru kelas X. Jadi saya memahami bagaimana perasaan orang tua yang hari ini mempercayakan pendidikan anak-anaknya," ujarnya.

Menurut Dedi, tantangan terbesar yang dihadapi generasi muda saat ini adalah penggunaan gawai yang semakin tinggi. Banyak anak menghabiskan waktu berjam-jam bersama telepon pintar sehingga interaksi dengan keluarga semakin berkurang.

"Anak-anak sekarang menghabiskan waktu berjam-jam bersama handphone. Bahkan kadang lebih lama bersama gawainya daripada bersama orang tuanya. Ini harus menjadi perhatian kita semua," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Teknologi dapat menjadi sarana belajar yang sangat baik, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai pengaruh negatif apabila tidak diawasi.

"Teknologi itu ibarat dua mata pisau. Bisa menjadi sesuatu yang sangat positif, tetapi juga bisa menjadi sangat negatif. Karena itu, pendampingan orang tua tidak boleh berkurang," tegasnya.

Selain perkembangan dunia digital, Dedi menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba yang menurutnya semakin memprihatinkan. Berbagai jenis narkotika kini dikemas dalam bentuk yang sulit dikenali sehingga membutuhkan kewaspadaan semua pihak.

"Saya titip kepada Bapak-Ibu, mari kita sama-sama menjaga anak-anak kita dari pengaruh narkoba. Jangan pernah lengah karena sekarang bentuk dan modusnya semakin beragam," pesannya.

Dedi menegaskan rumah merupakan tempat pendidikan pertama bagi seorang anak. Orang tua menjadi guru utama yang membentuk karakter, sedangkan sekolah berperan memperkuat pendidikan melalui pembelajaran dan pembiasaan yang positif.

"Guru pertama itu adalah orang tua di rumah. Sekolah menjadi penguat sistem pendidikan, sedangkan pemerintah harus hadir memberikan perlindungan. Kalau tiga unsur ini berjalan bersama, saya optimistis kita mampu menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045," ungkapnya.

Pada akhir pemaparannya, Dedi menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di lingkungan Muhammadiyah.

"Saya siap membersamai proses pendidikan di Sidoarjo, khususnya di lingkungan Muhammadiyah. Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya," pungkasnya.


Editor: Khusnul Isa

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo