Dari kiri, Danendra Adiwangsa Putra, Zidan Nauval, Reyhan Naufal Dwi Putra, dan Dafa Rasya Rahmadhani memperlihatkan piala dan sertifikat seusai meraih Juara 1 dan 2 E-Sport Monaco Moehi, Jumat (22/8/2026). (Dok. Pribadi/smamda.sch.id) Dari kiri, Danendra Adiwangsa Putra, Zidan Nauval, Reyhan Naufal Dwi Putra, dan Dafa Rasya Rahmadhani memperlihatkan piala dan sertifikat seusai meraih Juara 1 dan 2 E-Sport Monaco Moehi, Jumat (22/8/2026). (Dok. Pribadi/smamda.sch.id)

Smamda Sidoarjo Borong Juara Esports Nasional di Monaco Moehi

Moh. Ernam | 18 September 2026

Detail Berita:

 

SMAMDA.SCH.ID — Tim SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo sukses memborong dua gelar bergengsi pada ajang esports tingkat nasional, Monaco Moehi. Mereka berhasil merengkuh Juara 1 dan Juara 2 pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada 14–21 September 2026.

Prestasi membanggakan tersebut diraih oleh empat murid yang tergabung dalam tim Smamda Sidoarjo, yakni Danendra Adiwangsa Putra (kelas XI-9), Zidan Nauval (kelas X-9), Reyhan Naufal Dwi Putra (kelas XI-12), dan Dafa Rasya Rahmadhani (kelas X-11).

“Perasaan kami tentu sangat senang dan bangga bisa membawa nama sekolah, serta berhasil menjadi juara di kompetisi yang berskala nasional,” ujar Reyhan Naufal Dwi Putra.

Sebelum berlaga di ajang Monaco Moehi, tim Smamda telah mematangkan persiapan dengan mengikuti berbagai kompetisi esports di sejumlah daerah di Jawa Timur. Mereka tercatat beberapa kali menjajal kemampuan bertanding di Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto.

Jam terbang tersebut menjadi modal penting bagi tim untuk menghadapi ketatnya persaingan di Monaco Moehi. Sebelumnya, mereka juga telah menorehkan deretan prestasi di berbagai turnamen, di antaranya Axis Cup Sidoarjo, Three Battle Sidoarjo, Axis Cup Surabaya, dan FFCSI.

Latihan Rutin dan Tetap Solid

Perjalanan menuju podium juara tidak selalu mulus. Tim Smamda beberapa kali harus berhadapan dengan peserta yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Namun, mental juara membuat mereka mampu melewati tekanan tersebut hingga akhirnya memborong dua gelar sekaligus.

Menurut tim, porsi latihan bersama yang terukur menjadi salah satu kunci menghadapi kompetisi. Selain itu, kekompakan dan semangat pantang menyerah terus dijaga, baik selama masa persiapan maupun saat pertandingan berlangsung.

“Faktor utama yang membuat tim kami bisa meraih prestasi ini adalah diiringi ibadah yang tekun, sering latihan bersama, pantang menyerah, serta selalu solid. Tentunya hal ini tidak lepas dari dukungan dan doa orang tua kami,” ungkap Reyhan.

Selain membawa pulang piala dan sertifikat, anggota tim juga mendapatkan uang pembinaan senilai jutaan rupiah. Meski demikian, pengalaman berharga berkompetisi di tingkat nasional menjadi hal yang paling berkesan bagi mereka.

Tim Smamda turut menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua dan bapak/ibu guru yang selalu memberikan dukungan serta doa. Mereka berharap pencapaian ini dapat menjadi batu loncatan untuk terus berkembang di dunia esports.

“Motivasi dari kami adalah tetap fokus. Yang paling utama adalah ibadah dan belajar, lalu diimbangi dengan latihan yang tekun, tidak bermalas-malasan, dan pantang mundur,” pungkas Reyhan.

Editor: Muhammad Mauludy Falaakhy

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo