SMAMDA SEKOLAH PENGGERAK ANGKATAN I

admin | 22 Juli 2021

Detail Berita:

Oleh: Wigatiningsih, Ka SMAMDA

 

 

Alhamdulillahirabbil aalamiin

 

Assalamualaikum w.w.

Pada kesempatan ini saya atas nama kepala SMAMDA Sidoarjo bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada seluruh warga besar SMAMDA Sidoarjo. Salah satu nikmat yang sangat tinggi nilainya adalah nikmat sehat. Dengan sehat itu civitas akademika SMAMDA bisa melaksanakan aktivitas mendampingi siswa melaksanakan pembelajaran bersama via PJJ daring (Pembelajaran Jarak Jauh dalam jaringan). Secara kelembagaan, sekolah juga bisa  meningkatkan kreativitas dan prestasi di tengah pandemic COVID-19.

Tahun ajaran 2020/2021 ini SMAMDA menambah branding baru yakni sebagai Sekolah Penggerak 2021. Ya, salah satu 8 program prioritas Kemdikbud Nadiem Makarim adalah Program Sekolah Penggerak. Program ini dilaksanakan pada awal 2021 tepatnya bulan April 2021 dan SMAMDA turut menjadi bagian dari program tersebut.

Pada awalnya, SMAMDA mendapat lampu hijau dari majelis dikdasmen PP Muhammadiyah untuk mengikuti program ini. Di Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, SMAMDA  juga  masuk list SMA yang wajib ikut seleksi Program sekolah penggerak ini bersama SMA yang lain yang ada di kabupaten Sidoarjo. Maka kepala sekolah dengan dukungan waka yang lain, mendaftar melalui SIMPKB kepala sekolah.

Pendaftaran ini diikuti oleh 7500 sekolah mulai level PAUD sampai dengan level SMA se Indonesia. Seleksi tahap I ini terpilih 5000 sekolah.  Pada tahap II, setelah kepala sekolah mengikuti tes micro teaching dan wawancara, dipilihlah 2500 sekolah.  Se Indonesia ada 318 SMA yang lolos seleksi angkatan pertama. Peserta yang lolos pada tahap ini pada tahun  ajaran 2021/2022 wajib melaksanakan program sekolah penggerak dengan segala konsekuensinya.

Setelah menerima SK pelaksana Sekolah Penggerak dari kemendikbud, semua sekolah mengikuti rangkaian kegiatan. Rangkaian itu diawali dengan sosialisasi Sekolah Penggerak, In house training guru, kepala sekolah, pengawas sekolah  yang tergabung dalam komite pembelajaran Sekolah Penggerak. Kemudian dilanjutkan IHT di tingkat sekolah yang memberi desiminasi kepada guru-guru pengampu kelas X baru.

Ada perbedaan antara sekolah reguler dengan Sekolah Penggerak. Perbedaannya ada di  kurikulum. Sekolah yang selama 7 (tujuh) tahun ini melaksanakan kurikulum 2013, tahun ajaran ini harus menyesuaikan diri dan melaksanakan kurikulum Sekolah Penggerak. Kurikulum yang dimaksud adalah  Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan atau KOSP.

Kurikulum ini disusun secara komprehensif dan terintegrasi dari jenjang PAUD sampai dengan SMA. Kemudian  dikenal dengan istilah Fase A sampai dengan Fase F. Tingkat SMA melaksanakan kurikulum pada Fase E dan F.

Ada perubahan mendasar pada kurikulum operasional Sekolah Penggerak (KOSP). Dengan perubahan itu mempengaruhi sistem penerimaan PPDB. Termasuk di SMAMDA Sidoarjo. Pada kurikulum 2013 penerimaan PPDB di SMAMDA sudah didasarkan pada peminatan yang dilalui dengan tes potensi akademik, sehingga siswa baru langsung menempati kelas yang sesuai pilihan. Pilihan yang dimaksud adalah peminatan IBB,  MIPA, atau IPS. Nah, di KOSP ini semua siswa masuk pada kelas regular karena tidak ada peminatan atau penjurusan. Penjurusan akan dilakukan di kelas XI atau Fase F.

Untuk menyiapkan itu semua, kepala sekolah, perwakilan guru kelas X semua pelajaran dilatih dalam bentuk In house training (IHT) terbimbing oleh kemendikbud melalui instruktur nasional, Sedangkan guru kelas X yang lain dilatih oleh komite pembelajaran yang sudah mengikuti IHT. Segala persiapan sudah dilakukan termasuk di dalamnya kesiapan sarana prasarana sekolah.

Yang baru di dalam KOSP adalah penguatan Profil Pelajar Pancasila. Walaupun hal ini sebenarnya bukan hal baru, akan tetapi PPP ini menjadi branding di dalam pelaksanaan Kurikulum Sekolah Penggerak. Enam hal prioritas Profil Pelajar Pancasila adalah; Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, gotong-royong, bernalar kritis, berkebinekaan global dan kreatif. Enam hal ini harus dimunculkan pada siswa saat proses pembelajaran berlangsung baik intrakurikuler maupun kokurikuler. Semua pembelajaran harus berbasis pada siswa.

Sekolah penggerak melaksanakan program kegiatan selama tiga tahun ke depan. SMAMDA Sidoarjo juga akan mendapatkan pendampingan, pembimbingan dan peningkatan kualitas SDM selama tiga tahun. Program ini diutamakan pada digitalisasi pembelajaran untuk menjawab tantangan global dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

SMAMDA siap melaksanakan program Sekolah Penggerak pada tahun ajaran 2021/2022 angkatan Pertama. Semoga Allah SWT memberi kemudahan dan kelancaran semua civitas akademika dalam melaksanakan amanah ini. Aamiin.

Wassalamualaikum w.w. SMAMDA do the best…  

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2021 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo