Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID – Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) Sidoarjo, M. Zainul Arifin, resmi membuka kegiatan Baitul Arqom di Auditorium Ki Bagus Hadikusumo, Selasa (2/3/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya meluruskan niat sebagai fondasi utama dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut Zainul, Baitul Arqom bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial, melainkan bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk murid yang beriman, berilmu, berakhlak, dan bertakwa.
“Semua orang beriman diwajibkan berpuasa. Tadi disampaikan oleh Ustaz Furqon bahwa yang pertama adalah beriman, yang kedua berilmu, serta berakhlak dan bertakwa. Harapan kami, melalui kegiatan ini kalian menjadi orang-orang yang bertakwa. Insyaallah, orang yang bertakwa kelak akan masuk surga,” ujarnya di hadapan ratusan murid.
Luruskan Niat, Raih Nilai Ibadah
Zainul menekankan bahwa inti dari seluruh kegiatan Baitul Arqom adalah niat ibadah. Tanpa niat yang benar, menurutnya, seluruh aktivitas pembelajaran tidak akan bernilai pahala.
“Yang pertama harus dilakukan adalah niatnya. Semoga kegiatan ini diniati dengan ibadah. Kalau tidak diniati dengan ibadah, apa pun yang dilakukan tidak mendapatkan pahala. Belajar thaharah, belajar tauhid, belajar kaifiyah salat, semuanya nilainya nol kalau tanpa niat ibadah,” katanya.
Ia menambahkan, satu niat ibadah yang tulus dapat melipatgandakan nilai amal seseorang. Sebaliknya, tanpa niat yang benar, murid akan mudah mengeluh dan merasa terbebani dalam menjalani proses pembelajaran.
“Kalau semua diniati dengan ibadah, satu niat itu nilainya luar biasa. Tapi kalau tanpa niat, disuruh hafalan mengeluh, disuruh apa saja terasa sulit, dan akhirnya nilainya nol,” imbuhnya.
Selain soal niat, Zainul juga menyoroti pentingnya sikap santun di tengah derasnya arus informasi dan media sosial. Ia mengingatkan murid agar tetap menjaga adab dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun digital.
“Sekarang banyak yang kita lihat di TikTok dan media sosial lain yang tidak baik dan tidak santun. Karena itu kita harus santun. Mudah-mudahan semua lulus, semua berkah,” tuturnya.
Penguatan Akidah dan Ibadah
Sementara itu, Ketua Panitia Baitul Arqom 1, Furghon Zendy Halim, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema penguatan akidah dan ibadah sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
“Kita hidup di zaman yang serba luas dan informasi yang tidak terbatas. Di satu sisi ini keunggulan, di sisi lain ini ujian bagi keimanan dan keilmuan kita. Karena itu tahun ini kita mengangkat tema penguatan akidah dan ibadah menuju kader Muhammadiyah yang beriman, berilmu, dan santun di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Sebanyak 450 murid mengikuti kegiatan tersebut. Furghon menegaskan pihak panitia menargetkan seluruh peserta, khususnya murid kelas X, dapat lulus tanpa perlu mengikuti Baitul Arqom susulan.
“Saya minta kelas X tahun ini semuanya lulus. Kita berusaha bersama agar tidak ada yang ikut susulan,” katanya.
Kegiatan Baitul Arqom ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan materi keislaman, praktik ibadah, serta penguatan karakter sebagai bagian dari pembinaan kader di lingkungan SMAMDA Sidoarjo.
Editor : Khusnul Isa