Semangat berkompetisi! Septian Dwi Aldiansyah (kiri) dan Raditya Danendra Syahnainggar (kanan) berlaga dalam ajang Arkalogica di Institut Teknologi Bandung, Sabtu (28/2/2026). (Elok Kartika Sari/smamda.sch.id) Semangat berkompetisi! Septian Dwi Aldiansyah (kiri) dan Raditya Danendra Syahnainggar (kanan) berlaga dalam ajang Arkalogica di Institut Teknologi Bandung, Sabtu (28/2/2026). (Elok Kartika Sari/smamda.sch.id)

Dari Arkaboard hingga Rock Paper Flip, Murid Coding SMAMDA Sidoarjo Berlaga di Arkalogica ITB

Elok Kartika Sari | 04 Maret 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID - Dua murid SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo dari Coding Class Program menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Quarterfinals Arkalogica. Ajang ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (28/2/2026).
Septian Dwi Aldiansyah dan Raditya Danendra Syahnainggar yang tergabung dalam Tim Visours berhasil melaju hingga babak quarterfinal (16 besar) setelah menyisihkan 137 tim dari seluruh Indonesia pada tahap penyisihan.
Arkalogica merupakan kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan logika dan problem solving peserta. Berbagai tantangan yang dihadirkan tidak hanya berupa soal logika konvensional, tetapi juga dikemas dalam bentuk permainan interaktif yang menuntut strategi, ketelitian, serta ketahanan berpikir di bawah tekanan.
“Kami mengikuti lomba ini karena tertarik dengan kompetisi yang berkaitan dengan logika dan informatika,” jelas Danendra.
Septian menambahkan bahwa salah satu impiannya adalah melanjutkan studi di jurusan teknik di ITB. Keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi pengalaman berharga sekaligus langkah awal untuk mengenal atmosfer akademik kampus impiannya.
Adu Strategi dalam Lima Game Logika
Dengan penuh antusias, keduanya bertolak ke Bandung untuk menghadapi babak 16 besar. Pada tahap ini, setiap tim harus memenangkan tiga dari lima game logika dengan sistem pertandingan satu lawan satu melawan tim lain.
Tim Visours berjuang maksimal dalam setiap game yang dipertandingkan, di antaranya Arkaboard, Atur-Atur, Enigma, Rock Paper Flip, dan Sweet 17. Setiap game memiliki karakter tantangan berbeda—ada yang menuntut kecepatan analisis, ada pula yang menguji ketepatan strategi dan konsistensi berpikir.
Suasana ruang lomba pun terasa hidup. Teriakan penyemangat dan ekspresi tegang para peserta mewarnai jalannya pertandingan. Kompetisi ini tidak sekadar adu kecerdasan, tetapi juga adu mental dan kerja sama tim.
“Lomba yang mengasah logika melalui game seperti ini sangat diminati murid karena tidak hanya mengasah kemampuan teoritis, tetapi juga kreativitas dan penalaran kritis,” ujar Septian.
Meski langkah mereka terhenti di babak quarterfinal, capaian ini menjadi prestasi membanggakan bagi SMAMDA. Pengalaman berlaga di kompetisi nasional bergengsi ini menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.
Septian dan Danendra pun bertekad untuk kembali mencoba dan menargetkan babak final pada tahun berikutnya. Semangat pantang menyerah inilah yang diharapkan mampu menginspirasi murid SMAMDA lainnya untuk terus berani bermimpi, berlatih, dan berkompetisi di tingkat nasional.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo