Murid kelas XI Coding SMAMDA Sidoarjo mempresentasikan proyek berbasis IoT di hadapan tim penguji dalam kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Tahun berbasis proyek, Senin (8/6/2026). (Dian Arif/smamda.sch.id) Murid kelas XI Coding SMAMDA Sidoarjo mempresentasikan proyek berbasis IoT di hadapan tim penguji dalam kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Tahun berbasis proyek, Senin (8/6/2026). (Dian Arif/smamda.sch.id)

PSAT Berbasis Proyek IoT: Murid Kelas XI Coding SMAMDA Buktikan Kemampuan Lewat Karya Inovatif.

Suwidiyanti | 10 Juni 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo tahun ini berlangsung dengan cara yang berbeda dan lebih menantang. Murid kelas XI Program Unggulan Coding mengikuti PSAT Berbasis Proyek Internet of Things (IoT) sebagai bentuk penilaian kompetensi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sekaligus salah satu syarat kenaikan kelas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin(9/6/26) pukul 13.00–16.30 WIB di Ruang Briefing SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Melalui ujian berbasis proyek ini, murid tidak hanya diuji pemahaman teorinya, tetapi juga kemampuan dalam merancang, mengembangkan, dan mempresentasikan solusi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai permasalahan nyata di lingkungan sekitar. Sebanyak tujuh kelompok berhasil menampilkan karya terbaik mereka di hadapan tim penguji.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Zainul Arifin, yang sekaligus bertindak sebagai penguji utama. Turut hadir seluruh wakil kepala sekolah serta Asmuri, dosen pembimbing dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), sebagai penguji eksternal yang memberikan masukan dan penilaian terhadap proyek yang dipresentasikan.

Tujuh kelompok murid kelas XI Coding menampilkan beragam inovasi berbasis Internet of Things yang lahir dari pengamatan terhadap kebutuhan dan permasalahan yang ada di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Proyek yang dipresentasikan meliputi Smart School Berbasis Energi Terbarukan dan Otomatis, GreenTech Smart Garden, FireGuard Smart System, AutoFarm Care System, EcoSort: Sistem Pemilah Sampah Otomatis, AutoSpace X Smart Parking, serta AirSync: Sistem Cerdas Pengatur Kualitas Udara.

Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan latar belakang masalah, konsep solusi, proses pengembangan alat, hingga mendemonstrasikan cara kerja produk yang telah dibuat. Para penguji juga memberikan berbagai pertanyaan dan masukan terkait aspek teknis, manfaat, serta peluang pengembangan proyek di masa mendatang.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Zainul Arifin, mengapresiasi semangat, kreativitas, dan kemampuan murid dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari ke dalam karya nyata.

"Melalui PSAT berbasis proyek ini, kami ingin melihat sejauh mana murid kelas Xl Coding mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas yang mereka miliki. Hasilnya sangat membanggakan. Mereka tidak hanya mampu membuat produk berbasis teknologi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap persoalan yang ada di lingkungan sekitar mereka. Inilah pembelajaran yang sesungguhnya, ketika ilmu yang dipelajari dapat melahirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, Program Unggulan Coding SMAMDA tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga membentuk karakter inovatif, kolaboratif, dan adaptif yang dibutuhkan di era digital yang semakin berkembang.

Sementara itu, Asmuri selaku dosen pembimbing dari UMSIDA menilai bahwa kemampuan murid dalam mempresentasikan proyek menunjukkan perkembangan yang baik, terutama dalam aspek pemecahan masalah, kerja sama tim, dan komunikasi ilmiah.

“Proyek yang ditampilkan menunjukkan bahwa anak anak telah memahami proses perancangan solusi berbasis teknologi. Mereka tidak hanya membuat alat, tetapi juga mampu menjelaskan latar belakang masalah, proses pengembangan, serta manfaat yang dihasilkan,” ungkapnya.

Saddam, salah satu peserta ujian mengaku bahwa proses pengerjaan proyek menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menantang. Selain belajar tentang teknologi, mereka juga belajar bekerja sama dan menyelesaikan berbagai kendala yang muncul selama proses pengembangan.

"Awalnya kami hanya memiliki ide sederhana. Namun, dalam prosesnya kami harus belajar banyak hal, mulai dari merancang sistem, menulis program, menghubungkan sensor, hingga memastikan alat dapat bekerja sesuai harapan. Meskipun beberapa kali mengalami kegagalan, justru dari situ kami belajar untuk terus mencoba dan memperbaiki. Rasanya sangat senang ketika akhirnya proyek kami bisa berjalan dan dipresentasikan di depan para penguji," tutur Saddam.

Melalui kegiatan ini, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo berharap dapat terus mencetak generasi inovator yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan bangsa sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dari ruang belajar, lahirlah ide; dari ide, tercipta inovasi; dan dari inovasi, terwujud perubahan. "Setiap karya besar selalu berawal dari keberanian untuk mencoba dan semangat untuk terus belajar.".


Editor    : Khusnul Isa

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo