Siap Berubah, Siswa Smamda Ikuti Pelatihan Perubahan Perilaku

Moh.Ernam | 19 November 2021

Detail Berita:

Setiap kita harus berikhtiar, berusaha untuk selalu lebih baik. Allah sudah menegaskan bahwa Dia tidak akan merubah nasib seseorang jika dia sendiri tidak merubahnya. Demikian muqoddimah sambutan kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda), Wigatiningsih saat membuka pelatihan komunikasi resiko penerapan prokes di sekolah referensi di auditorium Ki Bagus Hadikusumo, Jumat (12-11-2021). "Innallaha laa yughayyiru maa biqoumin hattaa yughayyiru maa bianfusihim", paparnya seraya menyitir surat ar-Ra'ad ayat 11.
Perempuan yang dikenal sebagai pendekar Tapak Suci itu menjelaskan bahwa siswa yang mengikuti kegiatan, hanya 25 orang. Jumlah ini diyakini akan melahirkan pionir, orang yang bisa menjadi teladan dalam perubahan. "Saya sangat yakin anak-anak nanti mampu menjadi agen perubahan", tegasnya. Anak-anak yang terpilih untuk menjadi agen perubahan mewakili kelas, organisasi, dan ekstra kurikuler (ekskul). Ada perwakilan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), kepanduan Hizbul Wathan (HW), seni bela diri Tapak Suci (TS), jurnalistik, dan PMR. "Kita patut bersyukur dapat penghargaan dari MDMC PP Muhammadiyah untuk menjadi sekolah referensi sebagai salah satu sasaran pelatihan perubahan perilaku. Tunjukkan keunggulan kita", lanjut perempuan keturunan Lamongan. Dari kegiatan yang luar biasa ini tentu diharapkan banyak manfaat dan hasil yang bisa kita rasakan. Berubah dari kondisi yang lalu serba keterbatasan, dan sekarang lebih bisa berdampingan dengan Covid-19. Bisa sehat dan menyehatkan dengan cara pola hidup kita. "Hasilnya nanti, beberapa hari ke depan kita dapat merubah lingkungan kita dengan mengimbaskan kepada seluruh warga Smamda", pungkas Bu Wigati.

Duta perubahan
Penanggung jawab kegiatan pelatihan siswa, M. Zainal Arifin menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan implementasi program Satuan 
Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dalam masa pandemi Covid-19 dengan landasan 
Permendikbud no 33 tahun 2019. Salah satu perimbangannya adalah memberikan 
pelindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan 
dari risiko bencana, dengan perlu meningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di 
satuan pendidikan. "Siswa yang mengikuti pelatihan ini akan menjadi kader perubahan. Insyaallah nanti akan dilatih untuk merancang, melaksanakan, perubahan perilaku sesuai gaya anak-anak", paparnya.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh fasilitator nasional (fasnas) yang akan mengawal hingga tuntas selama tiga bulan. "Ini baru pelatihan resiko komunikasi penerapan prokes, nanti akan ada lokakarya, pelatihan media sosial, dan kampanye", tegas kader Tapak Suci.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu, 12-13 November 2021 dikemas secara menarik dan atraktif. "Banyak game, kuis, disko, dan hadiah kelompok terbaik", papar komandan Kokam Sidoarjo.

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2021 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo