Detail Berita:
Smamda.sch.id – Guru dan tenaga kependidikan putri SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo mengikuti pengajian keputrian di Ruang Briefing Smamda, Jumat (18/9/2026). Kegiatan menghadirkan Umi Thohiroh, Sekretaris Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, sebagai pemateri dengan tema “Berpakaian Sopan, Rapi, dan Berakhlak sebagai Cermin Pribadi Muslim”.
Pengajian keputrian tersebut menjadi sarana meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus memperkuat karakter dan keteladanan guru serta tenaga kependidikan putri di lingkungan sekolah.
Materi yang disampaikan berlandaskan Al-Qur’an, di antaranya QS Al-A’raf ayat 26, QS Al-Ahzab ayat 59, dan QS An-Nur ayat 31. Umi Thohiroh mengajak peserta memahami etika berpakaian dalam Islam, jilbab sebagai identitas muslimah, fungsi jilbab, serta syariat jilbab menurut tarjih.
Ia juga membahas tantangan perempuan dalam menjaga konsistensi berjilbab di tengah perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup.
Menurut Umi Thohiroh, pakaian seorang muslimah tidak berhenti pada persoalan penampilan. Pakaian yang sopan, rapi, dan sesuai tuntunan agama perlu berjalan seiring dengan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Pakaian muslimah bukan hanya persoalan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyempurnakan akhlak. Keteladanan seorang perempuan harus terlihat dari cara berpikir, bersikap, berbicara, dan memperlakukan orang lain,” jelas Umi Thohiroh.
Ia menegaskan, perempuan memiliki kedudukan penting sebagai hamba Allah Swt. yang senantiasa berusaha menaati syariat. Peran tersebut diwujudkan tidak hanya melalui hubungan dengan Allah Swt., tetapi juga melalui tanggung jawab dan keteladanan di keluarga serta lingkungan sosial.
“Seorang muslimah harus terus belajar dan meningkatkan kualitas dirinya. Ia harus cerdas dalam ilmu sekaligus kuat dalam pemahaman Islamiyah, sehingga mampu menjadi teladan di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat,” tutur Umi Thohiroh.
Umi Thohiroh juga mengingatkan pentingnya kesiapan perempuan memberikan manfaat bagi keluarga. Dalam kehidupan rumah tangga, seorang istri diharapkan mampu menjadi pendamping yang memberikan dukungan dan penguatan ketika keluarga menghadapi berbagai kondisi dan tantangan.
Menurutnya, kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan dalam keadaan ideal. Ketika suami menghadapi kesulitan pekerjaan atau kondisi rezeki yang belum sesuai harapan, seorang istri diharapkan tetap memberikan dukungan dan bersama-sama menghadapi keadaan dengan kesabaran.
Sementara itu, Siti Agustini selaku wakil pimpinan Smamda menyampaikan bahwa pengajian keputrian memiliki arti penting bagi guru dan tenaga kependidikan putri. Menurutnya, keteladanan pendidik tidak hanya dibangun melalui kompetensi profesional, tetapi juga melalui sikap, penampilan, dan akhlak dalam keseharian.
“Guru dan tenaga kependidikan adalah bagian dari lingkungan pendidikan yang setiap hari berinteraksi dengan murid. Karena itu, keteladanan dalam berpakaian, berbicara, bersikap, dan berperilaku menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang Islami,” ujar Siti Agustini.
Melalui pengajian keputrian ini, guru dan tenaga kependidikan putri Smamda diharapkan semakin memahami bahwa menjaga pakaian dan jilbab merupakan bagian dari ketaatan sekaligus sarana menghadirkan keteladanan. Nilai-nilai Islam diharapkan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Moh. Ernam