Penampilan band Letto saat manggung di perayaan Milad Emas SMAMDA Sidoarjo di auditorium AR Fachrudin, Sabtu (31/1/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Penampilan band Letto saat manggung di perayaan Milad Emas SMAMDA Sidoarjo di auditorium AR Fachrudin, Sabtu (31/1/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Noe Letto: Indonesia Akan Maju Jika Saling Memberi Cahaya

Moh. Ernam | 03 Februari 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Vokalis band Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau akrab disapa Noe, menegaskan bahwa Indonesia hanya akan maju jika masyarakatnya mau bergotong royong, saling membantu, dan saling memberi cahaya kepada sesama. Pesan tersebut disampaikan Noe saat tampil pada puncak perayaan Milad Emas ke-50 SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo di Auditorium KH AR Fachrudin, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Noe, kemajuan bangsa tidak cukup dibangun dengan kecerdasan intelektual semata, tetapi juga membutuhkan empati sosial dan kesadaran kolektif untuk hadir bagi lingkungan sekitar.

“Indonesia akan maju jika kita mau memberi cahaya kepada orang-orang di sekitar kita. Dari kegelapan menuju cahaya, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, minadzulumaati ilan nuur,” tegasnya di hadapan ribuan alumni dan tamu undangan.

Noe menilai tema Milad Emas SMAMDA, Mencerahkan Umat, Membangun Peradaban Berkemajuan, sebagai tema yang sangat berat sekaligus menantang. Menurutnya, membangun peradaban bukan pekerjaan instan, melainkan membutuhkan keteguhan hati, konsistensi, dan kesediaan untuk berjalan bersama.

“Membangun peradaban itu butuh upaya yang luar biasa. Butuh keteguhan hati, dulur-dulur semua. Indonesia ini sedang butuh ditemani, butuh disengkuyung bareng-bareng,” ujarnya.

Penampilan Noe di hadapan para alumni SMAMDA berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Selain membawakan lagu-lagu andalan Letto seperti Lubang di Hati, Sandaran Hati, Permintaan Hati, Senyumanmu, Ruang Rindu, Sampai Nanti Sampai Mati, hingga Sebelum Cahaya, Noe juga mengajak hadirin menyanyikan lagu tradisional Gundul-Gundul Pacul.

Lagu tersebut dinyanyikan bersama dengan penuh semangat dan keceriaan oleh seluruh alumni. Menurut Noe, lagu-lagu tradisional perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak tercerabut dari akar budaya bangsa.

“Jangan sampai generasi kita lupa asal-usul dan akar budayanya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Noe mengajak murid, alumni, dan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama memajukan Indonesia. Ia menekankan bahwa anak muda memiliki peran strategis karena apa yang dilakukan hari ini akan menentukan keberlanjutan cita-cita bangsa ke depan.

“Kita akan semakin kuat jika saling mendukung, saling menguatkan, dan berpikir untuk kepentingan bersama, bukan hanya pribadi atau golongan,” pungkasnya.

Antusiasme penonton terlihat jelas sepanjang penampilan Letto. Penggemar yang hadir lintas generasi, mulai dari ibu-ibu hingga remaja, terus bersorak meminta lagu tambahan setiap kali satu lagu usai dibawakan.


Editor : Muhammad Mauludi Falaakhy

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo