Mengajar di RRI, Siapa Takut?

Moh.Ernam | 17 Desember 2021

Detail Berita:

Mengajar di kelas? Biasa saja. Mengajar daring (online)? Sudah sering. Kalau mengajar di RRI? Nah ini baru tidak biasa. Itulah pengalaman Naily Fitriyani Sensei, guru bahasa Jepang SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) saat tampil di RRI pro 2 FM Surabaya, kemarin, Selasa (07-12-2021). "Saya merasa  senang dan bersyukur mendapatkan kesempatan bisa mengajar di RRI", ujarnya.
Perempuan yang pernah juara pidato bahasa Jepang di negeri sakura ini makin senang ketika banyak peserta yang bertanya. "Ketika banyak yang memberikan pertanyaan, saya senang sekali. Tidak menyangka, ternyata siaran mengajar saya didengar khalayak banyak dan direspon oleh mereka", tambah perempuan asal Bangil Pasuruan.
Berbeda dengan mengajar di kelas yang sudah runtut dan persiapan sudah rutin, mengajar di radio justru semuanya terserah pengajar. Mulai dari tema, metode, dan alat peraga atau presentasi. Padahal pesertanya bisa sangat beragam, mulai dari SD sampai perguruan tinggi, bahkan masyarakat umum. "Persiapan yang saya lakukan adalah menyiapkan materi yang menarik dan sering mereka temui dalam kehidupan sehari hari", tegas ibu satu putri ini. 
Asumsinya, sebagaimana belajar bahasa asing yang dirasa sulit, demikian pula belajar bahasa Jepang. Pilihan materi yang mudah dan bisa diterima secara umum adalah keharusan. "Saya memutuskan mengambil materi yang berhubungan dengan apa yang sering ditemui di dunia nyata. Misalnya brand produk-produk Jepang dan video bahasa jepang yang viral. Agar mreka tau makna apa yang sering mereka temui tersebut", tegas lulusan Unesa.
Walaupun mengajar di RRI, sebenarnya Sensei Naily mengajar di perpustakaan Smamda. Ia tidak datang ke studio RRI. Sensei Naily mengajar dengan akun zoom dan disiarkan oleh RRI. Banyak pertanyaan tak terduga bahkan berbeda dengan materi. Sensei Naily bisa lugas menjawab dan bisa dipahami oleh penanya. "Saya berusaha memahami makna dari pertanyaan tersebut terlebih dahulu, kemudian mengerucutkan ke poin yang dapat disampaikan agar penanya paham", pungkas Naily Sensei.
Program yang dijalankan Naily Sensei bernama Ibu Pertiwi Memanggil. Itu program mengajar sekaligus berbagi praktik baik pembelajaran yang diadakan Pro 2 RRI Surabaya dari hari senin-jumat. Smamda mendapatkan lima kali jadwal mengajar dengan materi yang berbeda-beda.
Ada Silwana Mumthaza yang mengajar biologi, Alim Wijaya yang akan mengajar matematika, Umi Habibah yang akan mengajar kiat sukses di masa pandemi, dan Pratiwi Samsugiarni yang akan mengajar bahasa Inggris.
Program belajar di RRI ini disiarkan oleh seluruh stasiun RRI di seluruh Indonesia melalui program khusus Radio Tanggap Bencana Covid-19 maupun aplikasi RRI PLay Go yang disiarkan setiap Senin hingga Jum'at mulai pukul 10.00-11.00 WIB.

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2021 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo