Queenie Helua Ulimaz Hakim, murid kelas XI-1 SMAMDA Sidoarjo, mengikuti sesi AYIMUN sebagai delegasi Bahrain di Cibubur, Sabtu (26/9/2026). (Dok. Panitia AYIMUN/smamda.sch.id) Queenie Helua Ulimaz Hakim, murid kelas XI-1 SMAMDA Sidoarjo, mengikuti sesi AYIMUN sebagai delegasi Bahrain di Cibubur, Sabtu (26/9/2026). (Dok. Panitia AYIMUN/smamda.sch.id)

Melangkah ke Forum Global, Murid SMAMDA Asah Diplomasi di AYIMUN 2026

Pratiwi Samsugiyarni/Nisrin Adelya | 06 Oktober 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Keberanian mencoba pengalaman baru membawa Queenie Helua Ulimaz Hakim, murid kelas XI-1 SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, ke forum internasional. Ia mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Cibubur Chapter 2026 pada 26–27 September 2026 di Cibubur, Jakarta.

Kegiatan yang digelar International Global Network (IGN) tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara lainnya. Melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peserta belajar mengenal diplomasi, menyampaikan gagasan, bernegosiasi, dan membangun kerja sama.

Bagi Queenie, keikutsertaan dalam AYIMUN berawal dari keinginannya mengembangkan kemampuan public speaking sekaligus mengenal lebih jauh dunia internasional. Informasi kegiatan diperolehnya secara daring. Setelah dinyatakan diterima, ia mempersiapkan diri untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

“Saya ingin mencoba sesuatu yang baru, terutama yang berkaitan dengan public speaking dan diplomasi. Saya juga ingin mendapatkan pengalaman berdiskusi dan bernegosiasi dengan orang-orang yang memiliki pendapat dan latar belakang berbeda,” ujar Queenie.

Berani Berbicara dalam Bahasa Inggris

Selama AYIMUN, Queenie mengikuti berbagai sesi seperti pidato, diskusi, negosiasi, hingga komite. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi tantangan tersendiri karena komunikasi dilakukan menggunakan bahasa Inggris.

“Tantangan terbesar saya adalah berbicara dalam bahasa Inggris dengan percaya diri, terutama ketika harus berbicara secara spontan,” jelasnya.

Rasa gugup sempat muncul, terlebih Queenie datang seorang diri dan belum mengetahui secara pasti situasi yang akan dihadapi. Namun, kondisi tersebut justru mendorongnya untuk lebih berani berkomunikasi dengan peserta lain.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika ia harus menyampaikan pidato di hadapan komite. Meski sempat gugup, Queenie berhasil melewati tantangan tersebut. Ia juga menyukai sesi unmoderated caucus karena dapat berdiskusi dan bernegosiasi secara langsung dengan delegasi lain.

“Awalnya saya merasa gugup, tetapi saya senang karena akhirnya saya berhasil melakukannya,” tuturnya.

Belajar Diplomasi dan Percaya Diri

AYIMUN membuat Queenie memahami bahwa diplomasi tidak sekadar menyampaikan pendapat. Kemampuan mendengarkan, bekerja sama, dan mencari titik temu juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi.

“Saya belajar bahwa rasa percaya diri itu penting, tetapi kemampuan untuk mendengarkan dan bekerja sama dengan orang lain juga sama pentingnya,” kata Queenie.

Interaksi dengan peserta dari berbagai sekolah dan daerah turut memperluas perspektifnya. Ia belajar menerima perbedaan pendapat sekaligus menyadari bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan yang sebelumnya dianggap sulit.

Bagi Queenie, AYIMUN bukan sekadar simulasi sidang internasional. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk belajar, membangun keberanian, memperluas relasi, dan mengenal dunia dari perspektif yang lebih luas.

Ia pun mengajak murid lain untuk tidak ragu mencoba pengalaman serupa.

“Cobalah. Mungkin awalnya kamu akan merasa gugup, tetapi kamu akan belajar banyak hal dan bertemu dengan banyak orang baru,” pesannya.

Setelah mengikuti AYIMUN, Queenie berharap dapat kembali mengikuti kegiatan Model United Nations (MUN) dan program kepemudaan internasional lainnya, khususnya yang berkaitan dengan diplomasi dan hubungan internasional.

Editor : Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo