Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID – Kabar membanggakan datang dari SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo. Sebanyak 352 murid kelas XII dinyatakan lulus 100 persen pada tahun ajaran 2025/2026. Pengumuman kelulusan disampaikan secara daring melalui website resmi sekolah pada Senin (4/5/2026).
Sistem pengumuman berbasis online ini memudahkan akses bagi murid dan orang tua. Selain praktis, langkah ini juga menjaga ketertiban serta menciptakan suasana yang lebih kondusif di lingkungan keluarga.
Kepala sekolah, M. Zainul Arifin, menjelaskan bahwa pengumuman daring dipilih sebagai langkah yang lebih efektif dan tertib.
“Menggunakan sistem daring, murid tidak perlu datang ke sekolah sehingga suasana tetap tertib dan lebih nyaman dirasakan bersama keluarga,” ujarnya.
Penetapan kelulusan didasarkan pada hasil rapat dewan guru yang dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026). Dalam forum tersebut, guru melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian murid, meliputi aspek akademik, sikap, kedisiplinan, hingga partisipasi dalam program sekolah.
“Alhamdulillah, seluruh murid kelas XII tahun ajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100 persen. Ini merupakan hasil kerja keras murid, dukungan orang tua, serta komitmen guru dalam mendampingi proses belajar,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa kelulusan di Smamda tidak semata berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.
“Kelulusan ini bukan hanya tentang nilai, tetapi juga tentang kesiapan karakter dan integritas murid sebagai bekal masa depan,” tambahnya.
Senada, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Alful Musrifah, menjelaskan bahwa kelulusan ditentukan melalui indikator yang komprehensif.
“Setiap murid harus memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan sekolah. Tidak ada yang instan, semua melalui proses yang terukur dan bermakna,” jelasnya.
Smamda menerapkan standar kelulusan berbasis proses dan hasil. Salah satu syarat utama adalah kehadiran minimal 75 persen sebagai indikator kedisiplinan. Selain itu, murid wajib menuntaskan seluruh program pembelajaran yang dibuktikan melalui rapor semester 1 hingga 6.
“Serta mengikuti Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ), baik berbasis komputer (CBT) maupun praktik,” lanjut Alful.
Keunggulan lain terletak pada penguatan aspek spiritual. Murid diwajibkan mampu membaca Al-Qur’an dan melaksanakan ibadah sholat yang dibuktikan melalui PSAJ praktik ibadah. “Seluruh murid juga wajib mengikuti Baitul Arqam I dan II sebagai program pembinaan karakter,” urainya.
Standar akademik tetap dijaga ketat. Murid harus mencapai nilai minimal 75 pada setiap mata pelajaran.
“Nilai sekolah diperoleh dari rata-rata nilai rapor semester 1–6 yang dipadukan dengan nilai PSAJ sebagai penentu akhir,” tegasnya.
Di titik inilah Smamda menunjukkan kualitasnya. Kelulusan bukan sekadar angka, melainkan hasil dari proses panjang yang membentuk karakter dan kompetensi murid.
Sebanyak 352 murid kini melangkah keluar dari gerbang sekolah dengan bekal lebih dari sekadar ijazah. “Kami berharap anak-anak lulus dengan membawa karakter dan kekuatan spiritual yang telah ditempa selama tiga tahun di SMAMDA,” pungkas Alful.
Di Smamda, lulus bukan hanya tentang selesai, tetapi tentang kesiapan: siap melangkah, siap bertumbuh, dan siap memberi makna.
Editor: Moh. Ernam