Saif Habibulloh Amin, murid SMAMDA Sidoarjo yang diterima di Universitas Al-Azhar. (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Saif Habibulloh Amin, murid SMAMDA Sidoarjo yang diterima di Universitas Al-Azhar. (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Jalan Saif, Murid SMAMDA Sidoarjo, Menuju Universitas Al-Azhar: Ikhtiar dan Doa yang Mengantarkan

Moh. Ernam | 05 Mei 2026

Detail Berita:


Smamda.sch.id – Bagi Saif Habibulloh Amin, perjalanan menuju Universitas Al-Azhar bukanlah sesuatu yang mudah. Di balik keberhasilannya, ada proses panjang yang penuh perjuangan, kesabaran, dan ketekunan dalam menuntut ilmu.

Sejak awal, Saif menyadari bahwa kunci utama untuk lolos seleksi adalah penguasaan bahasa Arab dan pemahaman ilmu-ilmu agama. Ia pun memulai langkahnya dengan memperdalam keduanya secara serius.

“Tentu bukan proses yang mudah. Banyak sekali perjuangan, mulai dari memperdalam bahasa Arab hingga ilmu-ilmu agama sebagai bekal menghadapi seleksi,” ungkapnya.

Namun, Saif tidak memandang keberhasilannya sebagai hasil usaha pribadi semata. Ia menyadari ada peran besar dari doa dan dukungan orang-orang di sekitarnya.

“Ini bukan hanya usaha saya sendiri. Ada doa dan dukungan dari keluarga, kerabat, ustadz, ustadzah, dan guru-guru SMAMDA,” tuturnya.

Lebih dari itu, ia meyakini bahwa semua kemudahan yang ia rasakan adalah bentuk pertolongan dari Allah. “Mungkin bagi saya ini mustahil, tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua akan mudah jika Allah berkehendak,” imbuhnya penuh keyakinan.


Syukur dan Awal Perjuangan

Saat dinyatakan diterima di Universitas Al-Azhar, Saif merasakan kebahagiaan yang mendalam. Baginya, Al-Azhar bukan sekadar kampus, tetapi simbol keilmuan Islam yang telah melahirkan banyak ulama besar.

“Alhamdulillah, saya sangat bahagia dan bersyukur. Al-Azhar adalah kampus Islam tertua yang melahirkan banyak ulama intelektual,” ujarnya.

Ia juga merasa bangga karena dapat membawa nama baik keluarga dan SMAMDA Sidoarjo. Namun, ia menyadari bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. “Ini adalah awal dari sebuah perjuangan,” katanya.


Pesan Rendah Hati dan Mimpi Tinggi

Untuk dirinya sendiri, Saif berpesan agar tetap rendah hati dan tidak cepat puas dengan apa yang telah diraih. “Saya ingin terus belajar, tetap rendah hati, dan tidak cepat puas,” ucapnya.

Sementara untuk teman-temannya di SMAMDA, ia mengajak untuk berani bermimpi besar, namun tetap diiringi dengan usaha dan doa. “Bermimpilah setinggi mungkin, karena mimpi itu gratis. Jika disertai usaha yang konsisten dan doa, insyaAllah akan terwujud,” pesannya.

Saif juga menyampaikan kesannya selama belajar di SMAMDA. Baginya, sekolah ini menjadi tempat yang mendukung setiap murid untuk terus berkembang.

“SMAMDA adalah tempat yang mewadahi murid untuk terus improve. Lingkungannya mendukung, guru-gurunya sabar membimbing menuju impian,” tutupnya.



Editor: Khusnul Isa

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo