Lima murid KM3 SMAMDA Sidoarjo bersama guru pembina usai mengikuti Training of Facilitator (ToF) Dai Anti Narkoba dan Pengukuhan Duta Anti Narkoba di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (3/10/2026). (Dok. Pribadi/smamda.sch.id) Lima murid KM3 SMAMDA Sidoarjo bersama guru pembina usai mengikuti Training of Facilitator (ToF) Dai Anti Narkoba dan Pengukuhan Duta Anti Narkoba di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (3/10/2026). (Dok. Pribadi/smamda.sch.id)

KM3 SMAMDA Sidoarjo Ikuti ToF Dai Anti Narkoba, Siapkan Kader Muda Jadi Agen Perubahan

Bilad Tajdidul Ishlah | 06 Oktober 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Lima murid SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) yang tergabung dalam Korps Muballigh Muda Muhammadiyah (KM3) mengikuti Training of Facilitator (ToF) Dai Anti Narkoba dan Pengukuhan Duta Anti Narkoba di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tersebut menjadi ruang bagi para dai muda untuk memperkuat kapasitas dakwah sekaligus memahami upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAMDA, Arief Hanafi, mengatakan keikutsertaan murid KM3 diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahaya narkoba sejak dini.

“Para muballigh muda SMAMDA ini dipersiapkan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas dalam memerangi peredaran gelap narkoba,” ujarnya.

Lima murid yang menjadi delegasi SMAMDA ialah Raffanda Faqhriza Putra, Daniello Caesarea Erudita, dan M. Zaky Saputra dari kelas XI-2. Dua lainnya, Muhammad Zuhair dari kelas X-2 dan Navarro Pradhipa Najwan dari kelas X-4. Kelimanya didampingi guru pembina.

Kegiatan mengusung tema “Bersama Dai, Wujudkan Generasi Sehat, Berdaya, dan Berkemajuan”. Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari LDK PWM Jawa Timur, LDK PDM se-Jawa Timur, pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, dan perwakilan sekolah.

Peserta mendapatkan sejumlah materi terkait pencegahan penyalahgunaan narkotika. Materi meliputi Peta Persebaran Narkotika Nasional dan Progres P4GN 2026, kebijakan BNNP Jawa Timur dan P4GN, serta penguatan ideologi Muhammadiyah berbasis komunitas.

Selain itu, peserta mengikuti materi pengenalan narkotika, tata cara tes urine dan praktiknya. Strategi dakwah efektif dan mencerahkan di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari pembekalan.

Pengurus LDK PWM Jawa Timur, Achmad Rosyidi, berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kemampuan dakwah para kader muda.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader dai muda tidak hanya belajar memperkuat kapasitas dakwah, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata untuk mengedukasi dan menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengukuhan kader Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta penyusunan rencana tindak lanjut.

Bagi KM3 SMAMDA, pembekalan tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan dakwah yang tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjawab persoalan nyata di tengah generasi muda.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo