Alessia mempresentasikan tempat dan perayaan favoritnya kepada teman-teman sekelas di ruang kelas SMAMDA Sidoarjo, Senin (28/9/2026). (Nisrin Adelya/smamda.sch.id) Alessia mempresentasikan tempat dan perayaan favoritnya kepada teman-teman sekelas di ruang kelas SMAMDA Sidoarjo, Senin (28/9/2026). (Nisrin Adelya/smamda.sch.id)

Kisah Alessia, Murid Asal Italia yang Menimba Ilmu di SMAMDA Sidoarjo

Nisrin Adelya | 29 September 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Alessia, murid asal Italia, membagikan pengalaman selama mengikuti program pertukaran pelajar di SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo. Keputusannya menimba ilmu di Indonesia tidak lepas dari dorongan sang ayah yang memiliki kenangan indah tentang Indonesia.

“Ayah merekomendasikan saya untuk belajar di Indonesia karena beliau memiliki pengalaman yang sangat luar biasa di Bali dan selalu menyimpan kenangan indah tentang negara ini,” ungkap Alessia.

Menjalani hari-hari pertama di lingkungan sekolah yang baru menjadi tantangan tersendiri bagi Alessia. Ia mengaku sempat merasa canggung ketika perhatian banyak orang tertuju kepadanya.

“Pertama kali di sekolah, saya merasa sedikit kurang nyaman dan malu karena perhatian semua orang benar-benar tertuju kepada saya,” ujarnya.

Belajar dan Beradaptasi di Lingkungan Baru

Selama mengikuti pembelajaran di SMAMDA Sidoarjo, Alessia sempat mengalami perpindahan lintas minat. Awalnya, ia mengikuti pembelajaran pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS).

“Awalnya saya masuk di jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS), mempelajari sejarah, geografi, ekonomi, dan psikologi bersama pelajaran umum lainnya. Namun, sekarang saya telah berpindah ke jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA),” jelasnya.

Di antara berbagai mata pelajaran yang dipelajari, kriminologi menjadi salah satu bidang yang paling menarik perhatiannya. Menurut Alessia, materi tersebut menarik dan menyenangkan untuk dipelajari lebih mendalam.

Alessia juga merasakan sejumlah perbedaan sistem pendidikan antara Italia dan Indonesia. Ia menyoroti durasi sekolah serta metode pembelajaran yang diterapkan di kedua negara.

Menurutnya, waktu belajar di Indonesia cenderung lebih panjang dan terintegrasi dengan kegiatan keagamaan, upacara, serta aktivitas komunitas yang tidak ditemukan di Italia. Pembelajaran di kelas juga lebih banyak melibatkan kerja kelompok dan praktik. Sementara itu, sekolah di Italia menurut pengalamannya lebih banyak menggunakan metode pembelajaran berbasis teori.

Saat ini, Alessia masih terus beradaptasi, terutama dengan tantangan bahasa. Proses tersebut dijalaninya secara bertahap sembari mengembangkan kemampuan diri dan mengenal lingkungan barunya.

“Sebenarnya saya tipe orang yang cukup pendiam dan tidak terlalu banyak berinteraksi dengan teman-teman sekelas, sehingga adaptasi dengan lingkungan baru ini sebagian besar menjadi perjalanan pribadi bagi saya,” tuturnya.

Meski baru hampir tiga bulan menimba ilmu di Indonesia, Alessia merasakan perkembangan dari pengalaman belajarnya di SMAMDA Sidoarjo. Kemampuan bahasa Inggrisnya semakin meningkat. Ia juga terus belajar memahami dan menggunakan bahasa Indonesia dalam kesehariannya.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo