Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID – Keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo berduka atas wafatnya salah satu murid kelas XII Program Unggulan Tahfidz, Syla Putri Wiga, Jumat (24/7/2026). Almarhumah mengembuskan napas terakhir pukul 12.05 WIB di RSUD Notopuro Sidoarjo setelah berjuang melawan penyakit meningitis selama kurang lebih empat bulan.
Selama menjalani pengobatan, Syla telah tiga kali menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, guru, sahabat, dan seluruh warga SMAMDA Sidoarjo.
Jenazah dishalatkan di Masjid An-Nur Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sidoarjo. Prosesi salat jenazah diikuti keluarga, jajaran guru, seluruh murid SMAMDA, jamaah masjid, warga sekitar, serta sejumlah teman almarhumah semasa SMP. Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan tersebut.
Wali Kelas XII.4, Istiqomah, mengenang Syla sebagai pribadi yang ceria dan memiliki semangat belajar tinggi.
"Syla adalah murid yang ceria, berakhlak baik, dan semangat dalam belajar. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi kami semua, baik guru maupun teman-temannya," ujarnya.
Nisrin, sahabat sekaligus teman sebangku Syla sejak SMP, mengaku masih tidak percaya atas kepergian sahabatnya.
"Saya masih tidak menyangka Syla berpulang secepat ini. Banyak sekali kenangan yang kami lalui bersama sejak SMP hingga di SMAMDA. Syla selalu ceria, baik kepada semua orang, dan suka menyemangati teman-temannya. Kami akan selalu merindukannya," tuturnya.
Semasa belajar di SMAMDA, Syla menempuh pendidikan di Program Unggulan Tahfidz dan telah memiliki hafalan lima juz Al-Qur'an. Selain aktif menghafal Al-Qur'an, ia juga memiliki hobi bermusik. Bersama teman-temannya, Syla membentuk grup musik 67 Band. Dalam band tersebut, ia mengisi posisi pemain bass sekaligus gitaris. Kecintaannya terhadap musik menjadi salah satu kenangan yang akan selalu dikenang oleh sahabat-sahabatnya.
Ayah dan ibu almarhumah, Yudo dan Juwita, menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar SMAMDA atas perhatian yang diberikan sejak Syla menjalani perawatan hingga prosesi pemakaman.
"Jazaakumullah khairan katsiran kepada Bapak/Ibu wali murid, jajaran guru, dan seluruh keluarga besar SMAMDA atas perhatian, doa, serta dukungan yang diberikan kepada anak kami. Kami juga memohon maaf apabila semasa hidupnya terdapat tutur kata maupun perbuatan Syla yang kurang berkenan. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu," ungkap keduanya.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, M. Zainul Arifin, turut menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya salah satu murid SMAMDA tersebut.
"Kami sekeluarga besar SMAMDA mengiringi kepergian Ananda Syla dengan doa. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan," tuturnya.
Kepergian Syla menjadi duka mendalam bagi keluarga besar SMAMDA Sidoarjo. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai murid Program Unggulan Tahfidz yang berprestasi, memiliki hafalan Al-Qur'an, serta aktif menyalurkan bakatnya di bidang musik bersama 67 Band. Dedikasi, semangat belajar, dan akhlak baik yang ditunjukkannya menjadi kenangan bagi guru dan teman-teman selama menempuh pendidikan di SMAMDA.
Editor: Moh. Ernam