Enam Murid SMAMDA Sidoarjo Eaih Medali Emas IYSA lewat Inovasi Game Edukatif | Smamda Sidoarjo - The Outstanding School
Enam murid ICP SMAMDA peraih medali emas IYSA berfoto bersama di Universitas Brawijaya, Malang. (Dari kiri) Erlangga, Cintya, Kanaya, Tiara, Syeilen, dan Aneira. (Dok. Pribadi/smamda.sch.id) Enam murid ICP SMAMDA peraih medali emas IYSA berfoto bersama di Universitas Brawijaya, Malang. (Dari kiri) Erlangga, Cintya, Kanaya, Tiara, Syeilen, dan Aneira. (Dok. Pribadi/smamda.sch.id)

Enam Murid SMAMDA Sidoarjo Eaih Medali Emas IYSA lewat Inovasi Game Edukatif

Pratiwi Samsugiarni | 06 November 2026

Detail Berita:

 

SMAMDA.SCH.ID – Enam murid International Class Program (ICP) SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo meraih medali emas dalam kompetisi penelitian yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Brawijaya, Malang, pada 2–5 November 2026.

 

Keenam murid tersebut adalah Aulia Tiara Putri Wicaksono, Alexa Kanaya Andriana Putri, Aneira Putri Prayanta, Cintya Naifah Azzahra, Syeilen Trirahayun Syahputri, dan Muhammad Erlangga Afriyanto. Mereka mengangkat penelitian berjudul “Economic Rush: A Gamified Strategy Evaluating Its Impact on Canteen Sales Toward Food Waste in SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.”

 

“Ide penelitian ini berawal dari pengamatan terhadap kue-kue di kantin sekolah yang tidak terjual dan akhirnya dibawa pulang oleh penjual. Kami kemudian menggagas strategi penjualan kue yang tersisa dengan harga setengah dari harga normal melalui pendekatan gamifikasi,” ujar Tiara.

 

Gagasan tersebut diwujudkan melalui pengembangan permainan edukatif. Murid yang berhasil menjawab pertanyaan akan memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan voucher belanja di kantin yang telah ditentukan.

 

Permainan ini menyediakan dua tingkatan, yakni level easy dengan 20 pertanyaan dan level hard dengan delapan soal. Materi pertanyaannya berkaitan dengan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

 

“Materi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan murid, khususnya kelas XII yang sedang mempersiapkan diri menghadapi TKA,” tambah Kanaya.

 

Penelitian yang berlangsung selama tiga bulan ini tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah proses pengembangan permainan karena anggota tim belum memiliki kemampuan coding yang memadai.

 

“Pada dasarnya kami tidak memiliki kelebihan dalam ilmu coding, tetapi kami berusaha untuk terus belajar dan menyelesaikan proyek ini,” lanjut Aneira.

 

Tantangan lainnya adalah membagi waktu antara menyelesaikan tugas pembelajaran di kelas dan mengerjakan proyek penelitian.

 

“Kami harus berbagi waktu untuk menyelesaikan tugas dan tetap fokus pada penelitian,” ujar Cintya.

 

Melalui capaian ini, keenam murid berharap dapat terus mengembangkan berbagai proyek inovatif. Mereka ingin menghasilkan karya yang tidak hanya mengasah kemampuan diri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

 

Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo