Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID – Kegemaran menonton serial animasi Doraemon mengantarkan Firzana Dhiyaulhaq, murid kelas XI-10 SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, pada pengalaman internasional. Ia terpilih menjadi satu dari empat murid perwakilan Indonesia dalam program Japanese Speakers Forum melalui kegiatan Japanese Camp di Filipina.
Program yang digagas Kamenori Foundation bekerja sama dengan The Japan Foundation ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkolaborasi, bertukar gagasan, dan mengembangkan solusi atas persoalan lingkungan maupun sosial. Para peserta mengikuti kegiatan intensif selama satu minggu untuk mengembangkan proyek yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, saya senang sekali terpilih mengikuti kegiatan ini,” ujar Firzana.
Perjalanan Firzana menuju forum tersebut dimulai pada April 2026 melalui pendaftaran dan seleksi berkas. Ia dinyatakan lolos seleksi administrasi pada 13 Mei, kemudian mengikuti wawancara pada 19 Mei dan dinyatakan lolos pada 22 Mei 2026.
Setelah melewati seleksi, Firzana mengikuti pembekalan nasional bersama tiga murid lainnya yang mewakili Indonesia. Salah satu agenda utamanya ialah pengembangan proyek bertajuk EKO KATSUDO, yang berfokus pada kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan sekolah.
Melalui proyek tersebut, para peserta belajar mengidentifikasi persoalan lingkungan, menyusun gagasan solusi, dan merancang tindakan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembekalan nasional berlangsung dalam tiga pertemuan pada Juni, Agustus, dan September 2026,” jelas Firzana.
Persiapan berlanjut pada Oktober melalui orientasi internasional secara daring. Sebanyak 24 murid dari enam negara, yakni Indonesia, Jepang, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand, mengikuti kegiatan tersebut untuk membangun komunikasi serta mempersiapkan kolaborasi lintas budaya.
Tahapan ini memberi kesempatan kepada Firzana untuk bertukar perspektif, memperluas jejaring pertemanan, dan mengembangkan gagasan bersama peserta dari berbagai negara.
“Pengalaman ini akan menjadi bekal saya untuk mengikuti forum internasional di Filipina,” tutur Firzana.
Kepala SMAMDA Beri Pesan
Sebelum keberangkatan, Firzana menemui Kepala SMAMDA M. Zainul Arifin pada Selasa (3/11/2026) di ruang kepala sekolah. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Firzana untuk memohon izin dan doa restu sekaligus menyampaikan perjalanan yang telah dilaluinya hingga terpilih sebagai perwakilan Indonesia.
M. Zainul Arifin mengapresiasi pencapaian Firzana dan menyampaikan kebanggaannya atas kesempatan yang diraih murid tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Mohon tetap menunjukkan akhlak yang baik, memperluas pertemanan tanpa membatasi latar belakang, serta memperkenalkan SMAMDA kepada peserta dan pihak yang ditemui selama kegiatan,” pesan Zainul.
Ia juga mengingatkan Firzana agar tetap menjaga ibadah dan tidak meninggalkan salat selama mengikuti program internasional tersebut.
“Pengalaman internasional perlu berjalan seiring dengan nilai-nilai Islam yang menjadi landasan karakter murid SMAMDA,” tegasnya.
Berawal dari Doraemon
Ketertarikan Firzana terhadap bahasa Jepang ternyata berawal dari kegemarannya menonton Doraemon. Serial animasi yang akrab bagi anak-anak itu menjadi pintu masuk baginya untuk mengenal bahasa dan budaya Jepang lebih jauh.
Kisah Firzana menunjukkan bahwa minat sederhana dapat berkembang menjadi kesempatan berharga ketika disertai semangat belajar dan keberanian mencoba hal baru. Ia kini bersiap membawa pengalaman dari SMAMDA ke forum internasional sekaligus belajar tentang lingkungan, kolaborasi, dan keberagaman budaya.
Editor: Moh. Ernam