Antisipasi Perundungan, Smamda Gelar ROOTS Indonesia

Moh.Ernam | 17 November 2021

Detail Berita:

Wajah Smamda lebih ceria. Ada beberapa siswa yang mengenakan seragam putih abu-abu, padahal hari ini Jumat (12-11-2021). Seharusnya mereka mengenakan seragam kepanduan Hizbul Wathan (HW). "Mereka peserta pelatihan Roots Indonesia", terang Umi Habibah, fasilitator nasional program Roots Indonesia.
Perempuan yang menjabat kepala bimbingan dan konseling (BK) itu menjelaskan bahwa program Roots Indonesia merupakan program uji coba pencegahan perundungan. ‘Roots’ telah dikembangkan oleh UNICEF Indonesia sejak tahun 2017-2020 bersama Pemerintah Indonesia, akademisi, serta praktisi pendidikan dan perlindungan anak. "Tujuan dari program Roots Indonesia memusatkan peran pelajar di sekolah sebagai ‘Agen perubahan’ untuk menyebarkan pesan dan perilaku baik di lingkungan sekolah, khususnya kepada teman sebaya", paparnya.  
Dampak dari program Roots Indonesia begitu baik dan menggembirakan. Hasil yang dikumpulkan dari program uji coba ini menujukkan bahwa perundungan dapat berkurang hingga 30% setelah program ini dilakukan. "Awal kegiatan ini sekolah mengajak 29 siswa yang terpilih sebagai agen anti perundungan di smamda, selanjutnya mereka akan mengikuti pelatihan sebagai agen perubahan di sekolah", lanjut master sains lulusan UMM.
Program Roots Indonesia di Smamda difasilitasi oleh 2 orang guru sebagai fasilitator. Setelah siswa mengikuti kegiatan pelatihan mereka diharapkan mampu membawa pengaruh positif terkait anti perundungan (bullying) di sekolah. "Semua bisa dilakukan dengan media sosial untuk kampanye anti perundungan di sekolah", tambah sarjana psikologi lulusan UMM.
Pelatihan yang dilaksanakan dikemas secara daring dan luring. Hadir sebagai narasumber dari berbagai kalangan, kepala sekolah, komiite sekolah dan pengawas sekolah. Semua kegiatan dikemas dengan sangat menarik. "Ada ajang curhat, game, praktik, dan pengimbasan", lanjut Habibah.
Khusus untuk pengimbasan, semua peserta akan melakukan pengimbasan kepada seluruh siswa melalui berbagai kegiatan. Kampanye ke kelas-kelas, kultum setelah sholat dhuhur, pembinaan keputrian, dan aksi pertunjukan. "Juga penyebaran video melalui media sosial", pungkas perempuan yang akrab disapa Beibah.

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2021 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo