Bahasa Osing Mulai Hilang

Naimul Hajar, M.Kom. | 01 November 2021

Detail literasi:

Setiap bulan Oktober lazim di peringati sebagai bulan bahasa. Menurut catatan bulan bahasa diperingati rutin setiap tahun sejak Oktober 1980 sebagai bentuk peringatan Hari Sumpah Pemuda. Bahasa itu memiliki makna yaitu kemampuan untuk berkomunikasi dengan pihak lain menggunakan tanda, bisa berupa kata atau gerakan.
Tahun ini kemeriahan bulan bahasa di smamda Sidoarjo terasa sangat istimewa dengan hadirnynya Dian Roesmiati, M.Hum., Lulusan pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya ini adalah sosok yang berperan penting di balai bahasa Provinsi Jawa Timur. 
Dalam paparannya yang yang bertema Bahasa, Budaya dan Generasi milenial dijelaskan bahwa tema ini kenapa perlu diangkat karena hal ini ini sangat menarik. Terdapat lebih dari 700 bahasa di Indonesia, 100 diantaranya hampir punah.  Dari kepunahan ini kita perlu tahu apa penyebabnya, salah satunya karena tidak ada yang menggunakan dan tidak ada yang melestarikan. Perlu didengungkan kepada kaum milenial agar peduli dengan adanya kepunahan bahasa daerah. Bahasa daerah sebagai bahasa ibu dan bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan. Di Jawa Timur sendiri ada 2 bahasa daerah yaitu bahasa Jawa dan bahasa Madura. Bahasa jawa digunakan oleh mayoritas masyarakat Jawa Timur dengan beberapa subdialeknya. Ada contoh yang menarik misalnya di Jawa Timur subdialek Banyuwangi (bahasa jawa Osing) juga mulai berkurang penggunanya. 
Kaum milenial tidak perlu kuatir dengan bidang bahasa. Kemampuan berbahasa dibutuhkan di berbagai bidang. Sebagai contoh seringkali pakar bahasa diundang oleh kepolisian bukan dalam rangka menjadi tersangka tetapi dimintai pendapat dan keterangan tentang bahasa. Bahasa berkaitan erat dengan budaya. Budaya merupakan sebuah alat yang berguna untuk memahami perilaku manusia di seluruh bumi juga di negeri kita sendiri. Akhir-akhir ini kita jumpai banyak kalangan muda sangat mencintai budaya ya yang bukan asli dari daerah kita. Sebut saja budaya Korea, banyak yang tergila-gila dengan drakor atau drama Korea hingga mengubah pola hidupnya. Boleh mengagumi berbagai budaya tetapi budaya sendiri harus tetap dilestarikan.
Peringatan Bulan Bahasa yang dilakukan secara daring diikuti oleh siswa, guru dan karyawan dengan antusias. Acara dibuka langsung oleh kepala sekolah mengambil tema Berbahasa, Berbudaya, dan berkemajuan. Ia berpesan kepada semua siswa agar terus bersemangat untuk mendalami bahasa sebagai bekal berkiprah di tingkat internasional. 
 

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2021 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo