Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID - Semangat riset dan ketekunan lima murid SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo kembali berbuah prestasi membanggakan. Melalui penelitian berbasis bahan alami, mereka sukses meraih silver medal dalam ajang National Innovation Science, Environmental & Entrepreneur Fair 2026 yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association pada 9–11 Februari 2026 di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Tim yang terdiri dari Adiba Muflihah, Almira Safa Qotrunnada, Calysta Aira Nugraha, Dhafina Hurien Lazuardi, dan Rafah Abidah Karim ini mengangkat karya tulis ilmiah berjudul Efektivitas Ekstrak Daun Sukun sebagai Pengendali Ektoparasit pada Kutu Kucing (Ctenocephalides felis). Penelitian tersebut menawarkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi kutu kucing dengan memanfaatkan ekstrak daun sukun sebagai bahan alami.
Rafah, salah satu anggota tim mengungkapkan bahwa proses persiapan dilakukan secara intensif selama berbulan-bulan. “Banyak sekali persiapan yang sudah kita lakukan, mulai dari pembuatan produk sejak Desember sampai Februari, membuat poster untuk presentasi, hingga menyiapkan ide untuk menghias booth pameran,” ujarnya.
Menurutnya, presentasi menjadi momen paling menentukan. “Presentasi ini penting banget karena jadi kesempatan kita menjelaskan ide, latar belakang penelitian, metode, sampai manfaatnya. Kami juga latihan berkali-kali supaya penyampaiannya lancar dan percaya diri saat di depan juri,” jelasnya.
Tak hanya itu, tim juga menyiapkan berbagai perlengkapan pendukung, seperti display produk, dekorasi meja, hingga simulasi demonstrasi. Mereka bahkan membagi tugas secara rinci agar semua anggota memiliki tanggung jawab jelas. “Kami juga latihan tanya jawab untuk mengantisipasi pertanyaan juri dan memastikan semua perlengkapan siap sebelum hari H supaya tidak panik,” tambah Rafah.
Perjalanan menuju keberhasilan tidak lepas dari berbagai tantangan. Mereka mengakui kesulitan terbesar terletak pada proses penelitian. “Tantangan paling berat adalah menemukan komposisi zat yang pas agar produk efektif. Kami juga harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan berat dari juri yang menuntut pemahaman mendalam,” lanjut Rafah.
Namun, seluruh perjuangan tersebut terbayar ketika tim diumumkan sebagai peraih medali perak. Rasa haru dan bangga pun menyelimuti mereka. “Alhamdulillah sangat senang karena bisa kembali ke sekolah dengan tangan tidak kosong. Rasanya bangga bisa membawa nama Smamda di atas panggung,” tuturnya.
Ke depan, tim berencana mengembangkan penelitian dengan melakukan uji efektivitas langsung pada kucing. “Untuk sekarang kami baru melakukan uji produk. Ke depan kami ingin mengembangkan agar bisa digunakan tidak hanya untuk kutu kucing, tetapi juga pada hewan lain, bahkan mungkin untuk manusia,” pungkas Rafah.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kolaborasi, dan semangat inovasi mampu melahirkan karya ilmiah yang bermanfaat sekaligus mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional.
Editor: Khusnul Isa