Ubah Perilaku Hadapi Covid-19, Smamda Gelar Latihan di Hotel

Moh. Ernam | 04 November 2021

Detail Berita:

Perilaku manusia bisa memicu bencana atau juga menghentikannya. Apalagi bencana sosial seperti pandemi Covid-19. Bencana tidak semata-mata kejadian yang datang tiba-tiba. Perubahan perilaku manusia menjadi kunci utama agar terhindar atau menghentikan bencana. Itulah muqoddimah kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) saat memberikan sambutan pelatihan perubahan perilaku dan lokakarya perencanaan program untuk sekolah referensi di hotel Aston Sidoarjo, Jumat (29-10-2021). "Kami sangat menyambut baik adanya  kegiatan pelatihan ubah yang diselenggarakan MDMC PP Muhammadiyah di Jawa Timur, khususnya di Smamda Sidoarjo", ungkap Wigatiningsih. 
Perempuan yang menjabat sebagai kepala Smamda itu melanjutkan bahwa pelatihan usaha berubah hadapi Covid-19 (Ubah) merupakan kegiatan Muhammadiyah disaster management center (MDMC) pimpinan pusat Muhammadiyah yang digelar di tujuh daerah meliputi Kulonprogo (DIY), Sidoarjo (Jawa Timur), Pamekasan (Jawa Timur), Banyuwangi (Jawa Timur), Denpasar (Bali), Lombok Timur (NTB), dan Sikka (NTT). "Pelatihan ini akan diawali dari guru dan karyawan dan selanjutnya akan ada lokakarya untuk siswa sebagai bentuk pengimbasan", lanjut pendekar Tapak Suci.
Peserta pelatihan sebanyak 26 orang, ditambah panitia, fasilitator nasional (fasnas), dan pemantau (observer) sehingga total keseluruhan tiga puluh lima orang. "Ini akan menjadi agen perubahan di Smamda. Menjadi pionir dalam perubahan perilaku kedisiplinan menjaga protokol kesehatan", tegas Wigatiningsih.
Kegiatan ini akan menjadi tantangan luar biasa di saat banyak pihak mulai abai dengan protokol kesehatan dan menganggap Covid-19 sudah tidak ada. Memunculkan kedispilan prokes saat ini merupakan tantangan luar biasa, tatacara hidup baru, tatacara hidup di era new normal. "Untuk itu diperlukan agen perubahan yang siap menjadi penegak dan teladan", pungkas perempuan keturunan Lamongan.

Target Perubahan Perilaku
Sementara itu, M. Zainal Arifin, sekretaris panitia kegiatan pelatihan ubah ini menerangkan bahwa pelatihan ubah dimaksudkan untuk menyiapkan guru dan karyawan sebagai pelopor dalam perubahan perilaku. "Para guru dan karyawan diharapkan bisa mengimbaskan pengetahuan dan kebiasaan kepada guru dan karyawan di unit kerja masing-masing", tegas sekretaris Muhammadiyah Covid-19 command center (MCCC) Sidoarjo.
Para guru dan karyawan pionir ini juga diharapkan bisa mengimbaskan kepada seluruh siswa sehingga ketaatan prokes bisa diikuti oleh seluruh warga sekolah. "Nanti para pionir ini akan melatih siswa dalam pelatihan Ubah seperti yang didapat guru dan karyawan juga", lanjut kader Tapak Suci.
Pelatihan yang berlangsung sejak 29-31 Oktober 2021 ini mengedepankan praktik, diskusi, dan kompetisi. Pelatihan juga sangat aktraktif, setiap peserta bisa berekspresi sesuai gaya masing-masing. Termasuk saat belajar tentang media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) menggunakan aplikasi canva dan Tik Tok. Ternyata guru dan karyawan Smamda hebat-hebat. "Apalagi saat membuat video Tik Tok, luar biasa. Idenya out of the box", pungkas pria yang akrab dipanggil Minyak.

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2021 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo