Zidane Akbar, Almeera Aydina Lafendi, dan Annisa Nurul Latiif berfoto bersama dewan juri dalam ajang Indonesia Scientific Research Competition (ISRC) yang digelar pada 17–19 April 2026 di De Java Hotel, Bandung, Jawa Barat. (Dok. Pribadi/smamda.sch.id) Zidane Akbar, Almeera Aydina Lafendi, dan Annisa Nurul Latiif berfoto bersama dewan juri dalam ajang Indonesia Scientific Research Competition (ISRC) yang digelar pada 17–19 April 2026 di De Java Hotel, Bandung, Jawa Barat. (Dok. Pribadi/smamda.sch.id)

Riset Deteksi Hate Speech, Murid SMAMDA Sidoarjo Ukir Prestasi di ISRC 2026

Silwana Mumthaza | 27 April 2026

Detail Berita:

Smamda.sch.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo dalam ajang Indonesia Scientific Research Competition (ISRC) 2026. Tim riset SMAMDA berhasil meraih medali silver melalui penelitian yang mengangkat isu penting tentang perbedaan antara hate speech dan kritik membangun.

Tim peneliti tersebut terdiri dari Zidane Akbar, Almeera Aydina Lafendi, dan Annisa Nurul Latiif. Mereka mengangkat fenomena maraknya komentar negatif di media sosial yang kerap dianggap wajar oleh kalangan remaja.

Membangun Kesadaran Literasi Digital

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi generasi muda yang semakin akrab dengan ujaran bernada negatif di ruang digital. Tidak sedikit remaja yang menganggap komentar kasar, merendahkan, atau menyudutkan sebagai hal biasa, bahkan hiburan.

Melalui riset ini, tim SMAMDA berupaya memberikan pemahaman bahwa tidak semua komentar negatif dapat dikategorikan sebagai hate speech. Ujaran kebencian memiliki ciri tertentu, seperti mengandung unsur penghinaan, provokasi, diskriminasi, hingga serangan terhadap identitas individu atau kelompok.

Berbekal pemahaman perbedaan tersebut, generasi muda diharapkan lebih bijak dalam berkomunikasi, khususnya di media sosial, sehingga mampu menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan beretika.

Riset Relevan dengan Kehidupan Remaja

Media sosial saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Interaksi di dunia maya kerap memengaruhi pola pikir, sikap, hingga perilaku dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, kemampuan membedakan kritik dan ujaran kebencian menjadi keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak dini.

Keberhasilan meraih medali silver di ISRC 2026 menjadi bukti bahwa murid SMAMDA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Pembina tim Sosial Humaniora, Wahyu Endra, menyampaikan bahwa riset ini memiliki nilai edukatif tinggi karena relevan dengan perkembangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya kepekaan murid terhadap fenomena sosial sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih baik.

Sementara itu, Annisa Nurul Latiif berharap hasil penelitian ini dapat memberikan dampak positif. “Generasi muda diharapkan lebih berhati-hati dalam memberikan komentar, tidak mudah menyebarkan kebencian, serta mampu menciptakan komunikasi yang lebih positif, baik di lingkungan sekolah maupun media sosial,” ujarnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi murid SMAMDA lainnya untuk terus berkarya, berpikir kritis, serta menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.



Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo