Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo. Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) Biologi berhasil meraih Medali Perak dalam ajang Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026 kategori Bidang Sains dan Aplikasinya (BSA) yang diselenggarakan di Bandung pada 17–19 April 2026.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMAMDA, khususnya tim KIR Biologi, yang mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya riset yang inovatif dan aplikatif.
Lolos dari Ratusan Tim Nasional
ISRC 2026 merupakan kompetisi riset bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Indonesia Scientific Society (ISS) dan diikuti oleh siswa SMP hingga SMA (usia 11–18 tahun). Kompetisi ini berfokus pada pengembangan inovasi di bidang sains, teknologi, dan sosial guna menumbuhkan budaya riset, kemampuan berpikir kritis, serta komunikasi ilmiah di kalangan pelajar.
Tahun ini, kompetisi diikuti oleh 543 tim dari seluruh Indonesia. Melalui proses seleksi yang ketat dan objektif oleh dewan juri, hanya 73 tim terbaik yang berhak melaju ke babak final. Salah satu di antaranya adalah tim KIR Biologi SMAMDA Sidoarjo.
Tim ini dipimpin oleh Nabila Sofi Dwi Aini (XI-1) dengan anggota Adistya Marella Kesa Damara (XI-5), Jasmine Ulil Azmi (XI-5), dan Althaf Alwan Bintang Basyuni (XI-6).
Inovasi Snack Bar Tempe untuk Kesehatan
Dalam kompetisi tersebut, tim SMAMDA mengusung inovasi produk pangan fungsional berupa snack bar berbahan dasar tempe, yang dirancang sebagai alternatif camilan bagi penderita hiperkolesterolemia.
Pemilihan tempe sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Selain merupakan makanan khas Indonesia, tempe juga mudah diperoleh dengan harga terjangkau serta dikenal sebagai superfood lokal yang kaya protein nabati, serat, dan vitamin.
“Kurangnya minat remaja terhadap konsumsi tempe menjadi latar belakang kami untuk berinovasi menciptakan camilan yang lebih menarik,” ujar Jasmine Ulil.
Proses Riset yang Panjang dan Menantang
Adistya menjelaskan bahwa proses persiapan lomba berlangsung cukup panjang dan menantang. Dimulai dari penulisan karya ilmiah, perancangan formulasi produk, hingga melalui berbagai tahap trial and error untuk mendapatkan komposisi terbaik.
“Setelah produk jadi, kami melakukan uji proksimat di laboratorium luar sekolah untuk mengetahui kandungan gizi, serta uji organoleptik terhadap 30 responden untuk mengukur tingkat penerimaan produk,” jelasnya.
Tidak hanya itu, setelah lolos ke babak final, tim juga harus menyiapkan poster ilmiah dan booth presentasi, serta memaparkan hasil penelitian secara langsung di hadapan dewan juri.
Pengalaman Berharga dan Harapan ke Depan
Keberhasilan meraih medali perak menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim.
“Alhamdulillah, perjuangan kami tidak sia-sia. Kami sangat bahagia dan bangga, karena ini adalah pengalaman pertama mengikuti lomba karya ilmiah tingkat nasional secara luring,” ungkap Althaf.
Ke depan, tim berharap dapat menyempurnakan formulasi produk mereka hingga dapat didaftarkan ke BPOM, serta menjadi inspirasi bagi teman-teman lain untuk terus berkarya dan berinovasi di bidang penelitian.
Editor: Moh. Ernam