Rafi Yusuf, murid kelas XI-1 Smamda Sidoarjo, menunjukkan medali dan sertifikat usai mengikuti Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 pada 18–20 September 2026. (Dok. Pribadi/smamda.sch.id) Rafi Yusuf, murid kelas XI-1 Smamda Sidoarjo, menunjukkan medali dan sertifikat usai mengikuti Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 pada 18–20 September 2026. (Dok. Pribadi/smamda.sch.id)

Rafi Yusuf Raih Prestasi di Lomba Tembak Panglima TNI 2026

Nisrin Adelya | 25 September 2026

Detail Berita:

 

SMAMDA.SCH.ID — Murid SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Rafi Yusuf kelas XI-1, berhasil meraih prestasi pada cabang olahraga practical shooting (IPSC) melalui ajang Lomba Tembak Panglima TNI 2026 yang diselenggarakan pada 18–20 September 2026.

 

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerja sama dengan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) untuk pertandingan IPSC.

 

Bagi Rafi, capaian tersebut menjadi bagian dari proses untuk terus mengembangkan kemampuan. Ia mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih sekaligus bangga terhadap perkembangan dirinya.

 

“Saya merasa bersyukur atas pencapaian ini dan bangga dengan perkembangan saya. Namun, pada akhirnya masih banyak hal yang harus saya pelajari dalam perjalanan menuju penguasaan kemampuan,” ujar Rafi.

 

Persiapan dilakukan melalui beberapa sesi latihan bersama mentor. Rafi juga melakukan latihan mandiri di rumah melalui metode dry fire tanpa menggunakan amunisi.

 

Saat pertandingan berlangsung, Rafi berusaha menjaga konsentrasi pada setiap course of fire. Ia tidak terlalu memikirkan persaingan dengan peserta lain, tetapi berfokus pada pelaksanaan setiap tahapan pertandingan.

 

“Saya merasa benar-benar fokus. Saya tidak memikirkan hal lain selain course of fire berikutnya dan bagaimana saya akan menjalaninya,” jelasnya.

 

Tekanan justru lebih banyak datang dari dirinya sendiri. Pada tahapan terakhir, Rafi tetap berusaha mempertahankan fokus meski menyadari penampilannya dapat memengaruhi skor akhir.

 

Menurutnya, persaingan utama bukanlah dengan peserta lain, melainkan dengan tantangan pada setiap _course of fire_ dan kemampuan dirinya sendiri. Bahkan setelah mengetahui hasil akhirnya, ia masih merasa ada sejumlah aspek yang belum sesuai dengan standar pribadi yang ingin dicapai.

 

Dukungan orang tua, mentor, dan rekan latihan turut menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Orang tua membantu proses pendaftaran dan berbagai kebutuhan selama kompetisi. Sementara itu, mentor dan rekan latihan memberikan dukungan serta saling membantu selama latihan hingga pertandingan.

 

Setelah pencapaian tersebut, Rafi tidak ingin berhenti. Ia menargetkan dapat mencapai tingkat Master dan terus meningkatkan performanya pada pertandingan berikutnya.

 

Kepada mereka yang tertarik menekuni olahraga baru, Rafi berpesan agar tidak takut memulai dari tahap awal. Menurutnya, setiap orang memiliki proses dan kecepatan perkembangan masing-masing.

 

“Semua orang harus memulai dari suatu titik, baik hanya ingin mencari hobi baru maupun bercita-cita menjadi profesional. Yang paling penting adalah memahami dan mematuhi aturan keselamatan serta mengetahui cara merawat perlengkapan dengan benar,” tuturnya.

 

Ia menambahkan, setelah memahami dasar keselamatan dan perawatan perlengkapan, proses latihan tidak perlu dijalani secara terburu-buru. Setiap individu dapat berkembang sesuai kemampuannya dengan tetap berfokus pada kemajuan.

 

 

Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo