M. Zainul Arifin, Kepala SMAMDA Sidoarjo, berfoto di depan Masjid Süleymaniye, Perth, Australia Barat, sebelum menunaikan salat Jumat bersama rombongan, Jumat (23/10/2026). (Dok. Pribadi/ SMAMDA.SCH.ID) M. Zainul Arifin, Kepala SMAMDA Sidoarjo, berfoto di depan Masjid Süleymaniye, Perth, Australia Barat, sebelum menunaikan salat Jumat bersama rombongan, Jumat (23/10/2026). (Dok. Pribadi/ SMAMDA.SCH.ID)

Perjalanan ke Perth, Salat Jumat yang Tak Disangka

M. Zainul Arifin | 26 Oktober 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Pengalaman tak terduga dialami Kepala SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, M. Zainul Arifin, saat mengikuti kunjungan pendidikan di Perth, Australia Barat. Usai berdiskusi di kantor School Curriculum and Standards Authority (SCSA), Jumat (23/10/2026), ia bersama rombongan semula berencana menunaikan salat Zuhur di masjid terdekat.

Namun, setibanya di Masjid Süleymaniye, sebuah kabar menggembirakan mengubah rencana tersebut. Ternyata, salat Jumat masih berlangsung dalam sesi kedua pukul 13.30 waktu setempat.

Diskusi pendidikan yang berlangsung cukup panjang membuat rombongan baru meninggalkan kantor SCSA sekitar pukul 13.00. Mereka mengira waktu salat Jumat telah terlewat dan bersiap menunaikan salat Zuhur sebagai musafir.

Informasi mengenai dua sesi salat Jumat, yakni pukul 12.30 dan 13.30, memberikan kesempatan bagi M. Zainul Arifin dan rombongan untuk tetap mengikuti salat Jumat di negeri orang.

Masjid Süleymaniye yang dikelola Turkish Islamic Association of Western Australia menjadi tempat rombongan menunaikan ibadah. Masjid ini menghadirkan suasana yang berbeda dari agenda kunjungan pendidikan sebelumnya. Di antara jamaah yang datang, tampak keberagaman latar belakang masyarakat Muslim yang tinggal di Perth.

Karpet masjid terbentang luas, sementara jamaah mulai menempati saf. Suasana perlahan menjadi khusyuk ketika khutbah Jumat disampaikan dari mimbar. Jamaah menyimak dengan tenang, mengikuti rangkaian ibadah hingga salat Jumat dilaksanakan.

Bagi M. Zainul Arifin dan rombongan, pengalaman tersebut menjadi momen berkesan. Di tengah perjalanan ke luar negeri yang berfokus pada pengembangan pendidikan, mereka tetap dapat menjalankan ibadah Jumat bersama masyarakat Muslim setempat.

Masjid Süleymaniye bukan sekadar tempat singgah untuk beribadah. Kehadiran jamaah dari berbagai latar budaya memperlihatkan bagaimana masjid menjadi ruang pertemuan umat Islam, sekaligus menjaga kebersamaan dan identitas keislaman di lingkungan masyarakat yang beragam.

Kunjungan ke Perth sendiri menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan pendidikan SMAMDA Sidoarjo. Rombongan bertemu dengan sejumlah lembaga pendidikan, termasuk SCSA, untuk membahas kurikulum, asesmen, pengembangan guru, serta peluang kerja sama.

Di antara rangkaian agenda tersebut, pengalaman salat Jumat di Masjid Süleymaniye menjadi cerita yang tidak direncanakan. Rencana awal untuk salat Zuhur sebagai musafir berubah menjadi kesempatan mengikuti salat Jumat bersama jamaah setempat.

Pengalaman itu meninggalkan kesan tersendiri bagi M. Zainul Arifin. Perjalanan pendidikan di Australia Barat tidak hanya mempertemukan rombongan dengan praktik pendidikan internasional, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang mempererat rasa persaudaraan sesama Muslim.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo