Almeera Aydina Lafendi dan Aulia Tiara Putri Wicaksono berpose di depan Wat Arun, salah satu ikon wisata Bangkok, Thailand, saat memanfaatkan waktu luang di sela mengikuti ajang Thailand International Science, Invention, and Innovation Fair (TISIIF) 2026, Kamis (31/7/2026). (Pratiwi Samsugiyarni/smamda.sch.id) Almeera Aydina Lafendi dan Aulia Tiara Putri Wicaksono berpose di depan Wat Arun, salah satu ikon wisata Bangkok, Thailand, saat memanfaatkan waktu luang di sela mengikuti ajang Thailand International Science, Invention, and Innovation Fair (TISIIF) 2026, Kamis (31/7/2026). (Pratiwi Samsugiyarni/smamda.sch.id)

Menyusuri Pesona Wat Arun dan Semarak Chinatown, Sehari Menjelajah Ikon Bangkok

Pratiwi Samsugiyarni | 03 Agustus 2026

Detail Berita:

Smamda.sch.id – Setelah menyelesaikan agenda kompetisi pada hari pertama, Kamis (31/7), kami memanfaatkan waktu luang untuk menjelajahi sisi lain Negeri Gajah Putih. Berbekal berbagai referensi wisata, pilihan pun jatuh pada dua destinasi ikonik Bangkok, yakni Wat Arun dan Chinatown (Yaowarat Road).

Perjalanan dimulai pukul 07.00 dari kawasan Rangsit. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada malam sebelumnya menghadirkan udara pagi yang sejuk sehingga perjalanan terasa Busuk nyaman.

Kami menggunakan Bus 59 dari Rangsit dan turun di Siamluan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan layanan transportasi daring Bolt menuju Tha Tian Pier. Dari dermaga tersebut, kami menyeberangi Sungai Chao Phraya menggunakan kapal feri menuju kawasan Wat Arun. Tarif penyeberangan hanya 5,5 Baht atau sekitar Rp3.000 per orang. Meski singkat, perjalanan ini menyuguhkan pemandangan Sungai Chao Phraya yang menjadi salah satu urat nadi kehidupan Kota Bangkok.

Wat Arun atau Temple of Dawn menyambut pengunjung dengan kemegahan arsitektur khas Thailand yang dihiasi keramik berwarna-warni. Selama lebih dari dua jam, kami menikmati setiap sudut bangunan, mengagumi detail ukiran, sekaligus mengabadikan momen dengan latar Sungai Chao Phraya.

Perjalanan berlanjut menyusuri Sungai Chao Phraya menggunakan kapal wisata dari Tha Tian Pier menuju kawasan Ratchawong di Chinatown. Dengan tiket seharga 40 Baht, perjalanan ini menghadirkan sudut pandang berbeda untuk melihat aktivitas masyarakat Bangkok di sepanjang tepian sungai.

Siang harinya, kami mencicipi Som Tam, salad pepaya muda khas Thailand. Perpaduan rasa pedas, asin, segar, dan asam menghasilkan cita rasa yang unik. Namun, wisatawan Muslim perlu lebih cermat memilih makanan karena cukup banyak menu yang menggunakan bahan dasar babi.

Menjelang sore hingga malam, kawasan Chinatown berubah menjadi pusat wisata kuliner. Ratusan stan street food memenuhi sepanjang Yaowarat Road dengan beragam makanan, minuman, dan camilan khas Thailand. Salah satu yang kami coba adalah mango sticky rice. Perpaduan mangga matang, ketan yang lembut, dan siraman santan menghadirkan rasa manis serta gurih yang khas.

Kami juga membeli chestnut panggang seharga 120 Baht untuk kemasan 300 gram. Aroma harum dan rasa manis alaminya menjadi pelengkap perjalanan sehari menjelajahi Bangkok.

Sehari mengunjungi Wat Arun dan Chinatown memberikan pengalaman yang berkesan. Perjalanan ini tidak hanya memperkenalkan keindahan destinasi wisata, tetapi juga mengajak kami mengenal budaya, transportasi publik, dan kekayaan kuliner Thailand secara lebih dekat. 


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo