Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo. Maritza Orlin Zahira, murid kelas XI-4, berhasil meraih gelar Runner Up 1 Duta Rabbani 2026 pada ajang Duta Pelajar dan Mahasiswi Pilihan Rabbani tingkat nasional.
"Saya ingin menunjukkan bahwa muslimah tetap bisa tampil modis dan percaya diri tanpa meninggalkan syariat. Berbusana muslim itu nyaman, elegan, dan tetap sesuai perkembangan zaman," ujar Orlin, panggilan akrabnya.
Keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Orlin mampu menembus persaingan sekitar 14 ribu pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia hingga akhirnya masuk grand final dan dinobatkan sebagai Runner Up 1.
Menurut Orlin, keikutsertaannya dalam ajang tersebut berangkat dari keinginannya menginspirasi sesama muslimah agar semakin percaya diri mengenakan busana syar'i.
"Saya ingin membuktikan bahwa perkembangan tren fesyen tidak harus mengubah identitas seorang muslimah. Kita tetap bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam," tegasnya.
Keinginan mengikuti Duta Rabbani sebenarnya telah muncul sejak tahun lalu. Namun, saat itu ia masih disibukkan dengan tugas sebagai panitia pelepasan kelulusan di sekolah asalnya sehingga baru dapat mengikuti seleksi tahun ini.
Proses seleksi berlangsung cukup panjang. Setelah pendaftaran dibuka pada Januari 2026, sekitar 14 ribu peserta mengikuti tahap penyaringan. Jumlah tersebut kemudian mengerucut menjadi 400 semifinalis pada 28 Juni 2026 sebelum akhirnya terpilih 42 finalis terbaik yang menjalani karantina selama enam hari, 1–6 Juli 2026.
Orlin mengaku masa karantina menjadi pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti ajang tersebut.
"Kami mendapatkan banyak materi, mulai dari wawasan sebagai brand ambassador, affiliate program, sejarah Rabbani, hingga public speaking dan personal branding. Semua materi sangat bermanfaat dan tidak ada waktu yang terbuang selama karantina," ungkapnya.
Ia mengaku tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman berharga bertemu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
"Selama karantina kami saling belajar dan saling menguatkan. Saya bersyukur bisa bertemu banyak teman hebat yang memiliki semangat berkembang dan berdakwah melalui bidangnya masing-masing," katanya.
Prestasi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Orlin. Baginya, kesempatan sekecil apa pun dapat menjadi pencapaian besar apabila disertai usaha dan doa yang sungguh-sungguh.
"Saya percaya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Yang terpenting adalah berani mencoba dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan," ujarnya.
Di akhir wawancara, Orlin mengajak rekan-rekan pelajar untuk tidak takut mencoba berbagai peluang yang ada.
"Jangan pernah takut keluar dari zona nyaman. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan jangan biarkan komentar negatif menghalangi langkah kita. Sebagai Generasi Emas 2045, kita harus terus belajar, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan menjadi generasi yang membawa manfaat bagi bangsa," pungkasnya.
Editor: Moh. Ernam