Koordinator Pengawas Kabupaten Sidoarjo Abdullah (dua dari kanan), berfoto bersama Kepala SMAMDA Sidoarjo, Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, dan guru SMAMDA usai pendampingan Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial, Senin (3/8/2026). (Dian Arif Fajar/smamda.sch.id) Koordinator Pengawas Kabupaten Sidoarjo Abdullah (dua dari kanan), berfoto bersama Kepala SMAMDA Sidoarjo, Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, dan guru SMAMDA usai pendampingan Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial, Senin (3/8/2026). (Dian Arif Fajar/smamda.sch.id)

Mantapkan Sekolah Model, SMAMDA Sidoarjo Perkuat Pembelajaran Mendalam dan KKA

Alfi Faridian | 05 Agustus 2026

Detail Berita:

 

 

SMAMDA.SCH.ID – SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo menggelar pendampingan perdana Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA), Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB itu mengusung tema Kolaborasi, Inovasi, Transformasi Pendidikan Menuju Sekolah Unggul dan Berkarakter Islami.

 

Kepala SMAMDA Sidoarjo M. Zainul Arifin, mengatakan pendampingan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi pembelajaran di sekolah.

 

"Program ini menjadi langkah awal bagi SMAMDA untuk membangun budaya Pembelajaran Mendalam sekaligus mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran," ujarnya.

 

Pendampingan menghadirkan Koordinator Pengawas Kabupaten Sidoarjo Abdullah, sebagai fasilitator. Kegiatan juga dihadiri Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Mijiatun Sri Hartyatni, jajaran pimpinan sekolah, serta Faridatul Maghfiroh, yang bertugas sebagai guru model.

 

Hasil pendampingan menunjukkan budaya belajar murid berada pada tahap berkembang. Murid telah terbiasa melakukan refleksi pembelajaran serta mampu mengembangkan berbagai proyek koding dan kecerdasan artifisial secara mandiri. Guru juga dinilai mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual, melakukan refleksi berbasis asesmen, dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif.

 

Zainul menambahkan hasil pendampingan menjadi pijakan bagi sekolah dalam menyusun langkah pengembangan berikutnya.

 

"Kami akan memperkuat kompetensi guru, membangun komunitas belajar yang aktif, dan memastikan inovasi pembelajaran terus berkembang agar lulusan SMAMDA siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan karakter Islami," tegasnya.

 

Sementara itu, Mijiatun Sri Hartyatni menjelaskan asesmen awal menunjukkan empat aspek telah berada pada level unggul, yakni kepemimpinan pembelajaran, pengelolaan sumber daya, kemitraan dan ekosistem, serta pemanfaatan teknologi digital. Pelaksanaan asesmen autentik dan pengembangan diri guru berada pada level maju. Adapun budaya belajar murid, capaian belajar murid, dan efektivitas mengajar masih berada pada level berkembang sehingga perlu terus diperkuat.

 

"Hasil asesmen ini menunjukkan SMAMDA memiliki fondasi yang baik sebagai sekolah model. Tinggal beberapa aspek yang perlu diperkuat melalui pendampingan secara berkelanjutan," katanya.

 

Ia menambahkan pembinaan selanjutnya akan difokuskan pada penyusunan perencanaan Pembelajaran Mendalam, penguatan komunitas belajar guru, dan pelaksanaan supervisi akademik secara berkesinambungan.

 

"Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, pengawas, dan seluruh warga sekolah menjadi kunci agar implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial dapat berjalan optimal," pungkasnya.

 

Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo