Dari kiri, Maftuh Ikhsan Nanda K., Ahmet Salih Y?ld?z, Kelana Yudhinta A., Bilad Tajdidul Islahi, Tikno, Fuad Syukri Zaen, Yusuf Kerem Ta?tan, dan Tar?k Ziyd Kanad?k?r?k mengikuti diskusi bersama di SMAMDA, Selasa (4/8/2026). (Dok. Pribadi/smamda.sch.id) Dari kiri, Maftuh Ikhsan Nanda K., Ahmet Salih Y?ld?z, Kelana Yudhinta A., Bilad Tajdidul Islahi, Tikno, Fuad Syukri Zaen, Yusuf Kerem Ta?tan, dan Tar?k Ziyd Kanad?k?r?k mengikuti diskusi bersama di SMAMDA, Selasa (4/8/2026). (Dok. Pribadi/smamda.sch.id)

Mahasiswa Turki Kunjungi SMAMDA, Bahas Filantropi dan Gerakan Muhammadiyah

Bilad Tajdidul Islahi | 17 Agustus 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Tiga mahasiswa asal Turki mengunjungi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) untuk berdiskusi tentang Muhammadiyah, pendidikan, dan filantropi Islam. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Amien Rais, area Perpustakaan SMAMDA, Selasa (4/8/2026).

Ketiga mahasiswa tersebut merupakan delegasi Yedi Hilal Turki. Mereka adalah Tar?k Ziyd Kanad?k?r?k dari Marmara University, Ahmet Salih Y?ld?z dari Sivas Cumhuriyet University, dan Yusuf Kerem Ta?tan dari Sakarya University.

Kunjungan tersebut turut didampingi Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, mahasiswa magister Manajemen Pendidikan Istanbul Kultur Universitesi, serta Kelana Yudhinta Akbar, mahasiswa Sosiologi Sakarya Universitesi.

Mereka disambut Wakil Kepala Sekolah Bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) SMAMDA Fuad Syukri Zaen, Koordinator ISMUBA Tikno, serta Guru ISMUBA Bilad Tajdidul Islahi.

Salah satu pembahasan yang menarik perhatian delegasi adalah pengelolaan pendidikan Muhammadiyah. Ahmet Salih Y?ld?z, mahasiswa kedokteran sekaligus hafidz Al-Qur'an, tertarik mengetahui bagaimana Muhammadiyah mengembangkan lembaga pendidikan secara mandiri dan berkelanjutan.

Diskusi kemudian berkembang pada gerakan filantropi Muhammadiyah melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu). Delegasi Turki tertarik mengetahui bagaimana Lazismu mengelola dana umat dan menyalurkan bantuan untuk berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk bantuan bagi masyarakat Palestina.

Delegasi juga menanyakan tentang militansi warga Muhammadiyah dalam menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan. Menurut Fuad Syukri Zaen, semangat tersebut tidak terlepas dari budaya berbagi dan kesadaran untuk membantu sesama.

“Militansi dalam Muhammadiyah sangat erat kaitannya dengan kesadaran filantropi dan teologi amal. Keimanan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga melalui kerelawanan dan kedermawanan sosial,” jelas Fuad.

Ia menambahkan, budaya berbagi juga diterapkan di lingkungan SMAMDA. Guru, karyawan, dan murid dibiasakan untuk berinfak sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian sosial.

“Semangat berinfak dan mengelola dana umat secara profesional merupakan bagian dari militansi filantropis Muhammadiyah. Semangat tersebut mendorong warga Muhammadiyah untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk bertukar pengalaman tentang pendidikan, filantropi, dan gerakan Muhammadiyah. Kunjungan mahasiswa Turki ini sekaligus memperluas wawasan internasional warga SMAMDA tentang perkembangan gerakan Islam dan pendidikan di berbagai negara.

Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo