Mahfud Harim, Kepala SMA Muhammadiyah Gorontalo, berdiskusi dengan Waka Kurikulum Smamda, Alful Musyrifah di ruang rapat pimpinan, Senin (31/8/2026). (M.Zainul Arifin/smamda.sch.id) Mahfud Harim, Kepala SMA Muhammadiyah Gorontalo, berdiskusi dengan Waka Kurikulum Smamda, Alful Musyrifah di ruang rapat pimpinan, Senin (31/8/2026). (M.Zainul Arifin/smamda.sch.id)

Magang di Smamda, Kepala Sekolah Muhammadiyah Gorontalo Pelajari Praktik Pengelolaan Pendidikan

Naimul Hajar | 02 September 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menerima enam peserta program magang kepala sekolah dan pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan dari Gorontalo. Program magang berlangsung mulai Ahad (30/8/2026).

Salah satu peserta ialah Mahfud Harim, Kepala SMA Muhammadiyah Gorontalo. Ia mengikuti program tersebut bersama lima peserta lainnya sebagai bagian dari program Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo.

Mahfud menyampaikan, program magang menjadi langkah taktis dan strategis PWM Gorontalo untuk meningkatkan mutu pengelolaan serta layanan AUM bidang pendidikan.

Smamda menjadi salah satu ruang belajar bagi peserta untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan sekolah. Peserta tidak hanya mengamati sistem yang berjalan, tetapi juga berinteraksi dengan kepala sekolah, guru, karyawan, dan warga sekolah.

Kepala Smamda M. Zainul Arifin, menyambut kedatangan para peserta. Ia menyampaikan kesiapan Smamda mendampingi peserta selama mengikuti program magang.

“Selamat datang di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Kami siap mendampingi dan berbagi pengalaman selama proses magang,” ujarnya.

Menurut Zainul, program magang menjadi ruang bagi sekolah untuk saling belajar. Setiap sekolah memiliki karakter, kebutuhan, dan tantangan yang berbeda.

Karena itu, pengalaman selama magang perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Praktik baik yang ditemukan tidak harus diterapkan secara sama persis.

Enam Peserta dari Sekolah Muhammadiyah Gorontalo

Enam peserta magang terdiri atas satu laki-laki dan lima perempuan. Mereka berasal dari sejumlah sekolah Muhammadiyah di Gorontalo.

Peserta berasal dari SMAM Batudaa, MIM Unggulan Kota Gorontalo, MAM Kota Gorontalo, SMP Muhammadiyah 1 Gorontalo, dan SMA Muhammadiyah Kota Gorontalo.

Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur Eko Hardi Ansyah mengatakan, magang bukan sekadar kegiatan kunjungan. Peserta perlu mengalami secara langsung proses pendidikan dan pengelolaan sekolah.

“Selama magang, peserta penting mengamati, mencatat, mendiskusikan, dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan,” ujarnya saat menyambut peserta di Kantor PWM Jatim, Ahad (30/8/2026).

Eko berharap peserta tidak berhenti pada pengalaman selama berada di Jawa Timur. Pengetahuan dan gagasan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan di sekolah masing-masing.

“Harapannya, mereka tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga ilmu baru dan gagasan perubahan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” katanya.

Bagi Smamda, kehadiran peserta magang menjadi momentum berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan. Kegiatan ini diharapkan berkembang menjadi kerja sama dan pembelajaran berkelanjutan antarsatuan pendidikan Muhammadiyah.

Program magang tersebut sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan untuk memperkuat mutu pendidikan Muhammadiyah di berbagai daerah.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo