Penampilan penari Gandrung SMAMDA Sidoarjo saat menyambut guru tamu dari Negeri Sakura, Jepang, Senin (17/8/2026). (Dian Arif Fajar/SMAMDA.sch.id) Penampilan penari Gandrung SMAMDA Sidoarjo saat menyambut guru tamu dari Negeri Sakura, Jepang, Senin (17/8/2026). (Dian Arif Fajar/SMAMDA.sch.id)

Dua Pekan Latihan, Murid SMAMDA Tampilkan Tari Gandrung untuk Tamu Jepang

Alfi Faridian | 18 Agustus 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID - Suasana peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo, Senin (17/8/2026), berlangsung meriah. Setelah upacara, lima murid SMAMDA menampilkan Tari Gandrung Banyuwangi di lapangan basket sekolah.

Penampilan tersebut menjadi istimewa karena disaksikan tamu dari Jepang yang hadir di SMAMDA. Tari Gandrung merupakan salah satu kesenian tradisional Banyuwangi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa Timur.

Lima murid yang tampil yaitu Alzhafira Salma Rizky Ramadhani (XI-5), Anggun Lutfiannisa Wulandari (XI-4), Azzahrah Ramadhany Putri Widodo (XI-7), Sifa Qurrota A'yun (XI-4), dan Aurellia Carolina Monica (XI-10).

Pembina Ekstrakurikuler Tari SMAMDA Eni Musrika mengatakan persiapan penampilan tersebut dilakukan dalam waktu relatif singkat. Para murid berlatih sekitar dua pekan sebelum tampil pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.

"Tari Gandrung sesungguhnya adalah tari perjuangan. Dahulu, para penari menggunakan strategi menghibur tentara Belanda hingga mereka terpesona. Saat itulah rakyat Banyuwangi dapat melumpuhkan penjajah," ujar Eni.

Menurut Eni, penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal sekaligus mengenalkan budaya daerah kepada masyarakat internasional.

Busana Tari Gandrung yang dikenakan para murid juga dimodifikasi agar tetap menutup aurat. Penyesuaian tersebut dilakukan tanpa menghilangkan karakter utama dari busana dan gerakan Tari Gandrung.

Alzhafira Salma mengatakan penampilan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi dirinya dan teman-temannya. Ia berharap semakin banyak murid yang tertarik mempelajari kesenian tradisional.

"Siapa lagi yang akan melestarikan budaya daerah kalau bukan kita sendiri?" ujar Alzhafira.

Ekstrakurikuler Tari SMAMDA sebelumnya juga telah mengembangkan karya tari seperti Tumpeng Berkah dan Topeng Cemandi. Kedua karya tersebut dilengkapi musik hasil kolaborasi dengan pengrawit.

Melalui penampilan Tari Gandrung, murid SMAMDA tidak hanya belajar seni tari, tetapi juga mengenal dan melestarikan budaya daerah.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo