Anggota KIR Biologi SMAMDA Sidoarjo melakukan penelitian dan pengujian bahan bioplastik dari limbah kulit jeruk dan kulit bawang merah di laboratorium. (Riris Nurul Latifah/smamda.sch.id) Anggota KIR Biologi SMAMDA Sidoarjo melakukan penelitian dan pengujian bahan bioplastik dari limbah kulit jeruk dan kulit bawang merah di laboratorium. (Riris Nurul Latifah/smamda.sch.id)

Berawal dari Tumpukan Sampah, KIR Biologi SMAMDA Lolos Final KREASI 2026

Riris Nurul Latifah | 07 Oktober 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID – Berawal dari keresahan melihat tumpukan sampah organik, Tim Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Biologi SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo mengembangkan inovasi bioplastik pintar dari limbah kulit jeruk dan kulit bawang merah. Inovasi tersebut mengantarkan tim yang beranggotakan dua murid SMAMDA lolos ke babak final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026.

Tim tersebut terdiri dari Syahrani Ainuzafira, murid kelas XII-8, dan Mutiara Aslama Prasetyo, murid kelas XII-12. Melalui penelitian yang dilakukan selama beberapa bulan, keduanya mengembangkan bioplastik yang memiliki kemampuan berubah warna sebagai indikator kondisi makanan.

“Alhamdulillah, saya merasa senang dan bersyukur karena usaha yang kami lakukan akhirnya berhasil membawa kami menjadi finalis,” ujar Mutiara.

KREASI 2026 merupakan kompetisi yang diselenggarakan melalui kerja sama ABAK Academy dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada. Kompetisi ini menjadi ruang bagi peneliti muda jenjang SMP dan SMA untuk mengembangkan gagasan riset dan inovasi.

Tim KIR Biologi SMAMDA mengikuti bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Lingkungan pada subbidang Ilmu Hayati, Kimia, dan Lingkungan. Setelah melalui tahapan seleksi, tim dinyatakan lolos ke babak semifinal.

Melewati Tahapan Penelitian

Perjalanan penelitian dimulai dari seleksi proposal yang berlangsung pada Februari hingga April 2026. Peserta yang lolos seleksi proposal kemudian melanjutkan penelitian dan pengambilan data.

Syahrani dan Mutiara melakukan penelitian selama empat bulan, mulai pertengahan Mei hingga akhir Agustus 2026. Pada tahap semifinal, peserta tidak hanya mengunggah laporan penelitian, tetapi juga membuat video yang menceritakan perjalanan penelitian serta menyusun poster penelitian.

Keberhasilan lolos ke babak final menjadi hasil dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Dukungan pembina, sekolah, dan wali murid turut menjadi bagian penting dalam perjalanan penelitian kedua murid tersebut.

Babak final KREASI 2026 akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 20–22 Oktober 2026. Syahrani dan Mutiara selanjutnya akan mempersiapkan presentasi dan hasil penelitian untuk menghadapi tahap akhir kompetisi.

Mutiara berharap pencapaian tersebut tidak hanya menjadi pengalaman bagi dirinya dan Syahrani, tetapi juga dapat memotivasi murid lain untuk berani melakukan penelitian.

“Semoga penelitian ini bisa memberikan manfaat dan menjadi motivasi bagi teman-teman untuk terus mencoba, berkarya, dan tidak takut melakukan penelitian,” tuturnya.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo